JawaPos Radar

Kasus Pembengkakan Tagihan Telkomsel Diduga Melibatkan Orang Dalam

11/08/2018, 20:55 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Telkomsel
MEMBENGKAK: Arif Daryanto salah seorang pelanggan provider Telkomsel menunjukkan bukti pembayaran tagihan, Rabu (8/8). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Adanya pembengkakan tagihan yang menimpa beberapa pelanggan provider kartu pascabayar Telkomsel di Solo, berdampak pada pelanggan lain. Mereka mengaku waswas kejadian tersebut akan menimpa dirinya.

Hal ini sebagaimana disampaikan salah satu pelanggan kartu pascabayar Telkomsel, Purnomo Subagiyo. Menurut pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Solo tersebut, sampai saat ini dirinya memang belum menjadi korban adanya pembengkakan tagihan. Akan tetapi, kejadian tersebut sudah menimpa istrinya, Siti Anggraini.

Tagihan istrinya membengkak menjadi lebih dari Rp 1 juta, dari tagihan standar yang hanya Rp 50 ribu per bulannya. 

"Kalau saya memang belum kejadian, tapi istri saya sudah kena. Kan ini berbahaya karena kita tidak tahu tiba-tiba ada tagihan masuk ke kita, padahal nomor tersebut bukan nomor kita," ungkapnya kepada JawaPos.com, Sabtu (11/8).

Lebih lanjut Purnomo mengatakan, ada hal yang aneh dengan pembengkakan tagihan karena sebelum muncul tagihan, ada seseorang yang menghubungi dengan mengaku dari Telkomsel dan memberikan informasi mengenai bonus. 

Oknum yang mengaku petugas itu bahkan mengetahui mengenai data dirinya dan keluarga. Padahal, dirinya tidak pernah memberitahukan data tersebut kepada orang lain. Dirinya pun menduga petugas tersebut ada kerja sama dengan orang dalam.

"Ada kecurigaan seperti itu (orang dalam terlibat) karena petugas yang menghubungi saya bisa mengetahui data saya. Nama saya disebutkan dengan benar, data yang lainnya juga cocok," ungkapnya. 

Purnomo pun berencana mendatangi kantor Grapari Telkomsel cabang Kota Solo minggu depan. Dirinya ingin meminta informasi mengenai kasus yang menimpa istrinya tersebut. Sementara itu, pengguna kartu pascabayar lainnya, Wardani, 34, juga mengaku waswas.

Selama ini Wardani berlangganan dengan tagihan per bulan Rp 25 ribu saja. Akan tetapi, adanya kasus tersebut membuat dirinya menjadi lebih berhati-hati dan rutin melakukan pengecekan tagihan.

"Cukup membuat waswas juga karena kita tidak tahu tiba-tiba ada tagihan muncul untuk pembayaran nomor yang tidak kita kenal. Harus lebih ditingkatkan pengamanannya agar pembengkakan tagihan tidak terjadi lagi," urainya.

Sebelumnya, Pimpinan Telkomsel Solo Achmad Safrian mengaku tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait masalah dugaan pembengkakan pelanggan pascabayar tersebut.

Hal ini karena kewenangan untuk memberikan statement dari kantor Semarang. "Kalau mau minta statement, langsung dari Semarang. Kalau dari kami memang tidak ada kewenangan untuk itu (memberi statement)," tukasnya.

(apl/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up