JawaPos Radar

Menyedihkan, Bayi Usia 3 Hari Dibuang di Malang

11/08/2018, 20:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bayi
ILUSTRASI: Warga di sekitar Sungai Metro, Jalan Pisang Candi Barat, RT 09 RW 04, Kelurahan Pisang Candi, Kota Malang dihebohkan dengan penemuan mayat bayi laki-lakI (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Warga di sekitar Sungai Metro, Jalan Pisang Candi Barat, RT 09 RW 04, Kelurahan Pisang Candi, Kota Malang dihebohkan dengan penemuan mayat bayi laki-laki yang mengambang di sungai, Sabtu (11/8). Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan berada diantara sampah.

Kondisi mayat bayi itu pun mengenaskan. Yakni dengan posisi tengkurap diantara sampah sungai dan pada bagian punggung serta pantatnya sudah dikerubungi lalat. Mayat bayi itu ditemukan sekitar pukul 14.45 WIB. 

Salah satu relawan RJT, Rico Arsenio mengatakan, ketika ditemukan, bayi tersebut dalam kondisi masih lengkap dengan tali pusar dan kondisinya sudah membusuk. Dia menyampaikan, mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung yang sedang mencari sampah di tengah sungai.

“Pemulung itu kemudian melaporkan ke anggota RJT. Selanjutnya dilanjutkan dengan menghubungi Babinkamtibmas, Polsek Sukun,” ujarnya, Sabtu (11/8).

Petugas SAR pun bergerak cepat untuk datang ke lokasi dan mengevakuasi mayat bayi mungil tersebut. Setelah dievakuasi, mayat bayi kemudian dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. 

Sementara itu, salah satu anggota tim SAR, Agus, menduga jika mayat bayi laki-laki tersebut meninggal sekitar 3-4 hari lalu. Dugaan itu dilihat dari kondisi mayat bayi yang membusuk. Namun, dirinya tidak bisa menjelaskan lebih detail terkait kondisi bayi. "Untuk lebih jelasnya mungkin bisa langsung ke polisi ya,” ujarnya.

Kasus pembuangan bayi di Kota Malang memang terbilang masih tinggi. Berdasarkan data dari Woman Crisis Center (WCC) Dian Mutiara, pada Januari-Juli 2018 ini saja, terdapat total 12 kasus pembuangan bayi di Malang Raya yang terdeteksi. Jumlah tersebut pun mengalami peningkatan dibanding pada tahun 2017 lalu, yakni sebanyak 12 kasus sepanjang tahun 2017.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up