JawaPos Radar

Cara Perangi Narkoba Paling Efektif dengan Memerangi Kemiskinan

12/08/2018, 05:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
perang narkoba meksiko
Dalam pidato kemenangannya, Amlo menjelaskan beberapa hal tentang bagaimana dia berencana untuk mengatasi masalah paling mendesak yang dihadapi Meksiko (Forbes)
Share this

JawaPos.com - Beberapa kritikus mencemooh Presiden terpilih Meksiko Andrés Manuel López Obrador atau Amlo sebagai mesias tropis Meksiko. Seperti dilansir The Guardian beberapa waktu lalu, beberapa orang mendeskripsikannya sebagai seorang populis Amerika Latin yang bergaya Donald Trump dengan ego yang besar dan sangat diktatorial.

Bahkan beberapa pendukung mengakui kalau mereka khawatir tentang kecenderungan otoriter Amlo dan apakah dia benar-benar orang kiri. Namun sebagian besar analis yakin Amlo memiliki lebih banyak kesamaan dengan mantan presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva, seorang pragmatis serikat buruh yang memimpin negaranya dari 2002 hingga 2011.

Seperti Amlo, Lula menghabiskan bertahun-tahun mencoba untuk menjadi presiden sebelum berhasil di posisi keempatnya. Hal pertama yang diketahui mengenai Amlo, ia berencana untuk memikirkan kembali perang Meksiko terhadap narkoba.

Dalam pidato kemenangannya, Amlo menjelaskan beberapa hal tentang bagaimana dia berencana untuk mengatasi masalah paling mendesak yang dihadapi Meksiko. Meningkatnya kekerasan terkait narkoba yang tahun ini telah menelan rata-rata 88 jiwa per hari.

Amlo bersumpah untuk mengubah strategi gagal pendahulunya telah digunakan untuk mengatasi ketidakamanan perang melawan narkoba 11 tahun yang sangat militeristik yang telah merenggut 200 ribu jiwa. "Lebih dari penggunaan kekuatan, kita akan berurusan dengan penyebab dari mana ketidakamanan dan kekerasan berasal," kata Amlo.

“Saya yakin bahwa cara yang paling efektif dan manusiawi untuk memerangi penyakit-penyakit ini adalah memerangi ketidaksetaraan dan kemiskinan. Kedamaian dan ketenangan adalah buah dari keadilan,” ujar Amlo.

Amlo merupakan seorang penulis dan juga seorang politikus. Amlo bukan hanya presiden baru Meksiko, dia juga seorang penulis buku dan penulis dengan tidak kurang dari 14 judul untuk namanya.

Buku-bukunya termasuk Don’t Say Goodbye to Hope, The Mafia That Took Possession of Mexico, dan The Mafia That Robbed Us of the Presidency tentang tawaran presiden pertamanya yang gagal, pada tahun 2006.

Salah satu karya Amlo terbaru meneliti apa yang ia sebut kampanye kebencian Trump terhadap migran dan Meksiko dan disebut Oye, Trump! (Dengar, Trump!).

“Kita harus membuat AS melihat hal yang paling penting adalah membangun. Di sini di bumi, kerajaan keadilan dan persaudaraan universal di mana kita dapat hidup tanpa tembok, kemiskinan, ketakutan, diskriminasi, dan rasisme,” tulis Amlo.

Buku ini baru-baru ini diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul: A New Hope for Mexico: Saying No to Corruption, Violence, and Trump’s Wall.

Hal ketiga, teman-teman Amlo termasuk seorang sayap kiri Inggris yang berpengaru. Antara lain pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn. Mereka dilaporkan menghabiskan sebagian dari liburan Natal tahun 2016 bersama-sama. "Hari ini membawa awal baru bagi México," ujar Corbyn melalui Twitter-nya usai kemenangan telak Amlo.

“Kemenangannya menawarkan orang miskin dan memarjinalkan suara asli untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Meksiko. Saya yakin #AMLO akan menjadi presiden untuk semua orang Meksiko,” begitu isi cuitan Corbyn.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up