JawaPos Radar

Barter Jabatan Wagub DKI, Pengamat: Sah-Sah Saja, Nggak Dilarang!

11/08/2018, 19:15 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Barter Jabatan Wagub DKI, Pengamat: Sah-Sah Saja, Nggak Dilarang!
Partai Koalisi pemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Majunya Sandiaga Uno menjadi Calon Wakil Presiden membuat kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong. Sehingga, partai pengusung Sandiaga, seperti PAN, PKS, Gerindra pun bergegas menyodorkan nama-nama kader terbaiknya.

Pengamat politik sekaligus Analisis Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengaku tidak kaget atas keputusan Sandiaga meninggalkan kursi Wagub. Pasalnya, jika Prabowo menggandeng Sandi, maka akan terbentuk koalisi yang menguntungkan pasangan ini.

"Jadi koalisi yang akan terjalin adalah Gerindra dan PKS serta PAN. Nah, kalau pilih Sandi, maka pasti Prabowo dengan PKS," tuturnya kepada JawaPos.com, Sabtu (11/8).

Maka, Hendri melihat PKS akan dengan mudahnya menerima kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan ditinggalkan Sandiaga. Jika Gerindra, PKS dan PAN berkoalisi, maka cukup untuk mengusung pasangan Capres-Cawapres di Pilpres.

"Ya kalau terjadi itu memang nggak ada yang salah, boleh-boleh saja kalau kemudian ada pembicaraan seperti itu.Sah-sah saja nggak dilarang juga, internal kan itu," terangnya.

Namun Hendri menegaskan, perlu diingat walaupun PKS dapat dengan mudah melancarkan calonnya ke kursi Wagub. Tetapi, semua akan dikembalikan lagi kepada persetujuan DPRD.

"Toh kalau Mardani yang ditunjuk semuanya harus ada juga persetujuan dari DPRD. Maksud saya ujung-ujungnya DPRD yang menentukan, semuanya tetap harus mengikuti voting. Tapi kalau cuman Mardani yang maju ya nggak ada ya langsung. Dikompromi aja diterima atau tidak," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, suara Partai Keadilan Sejahtera 8.480.204 (6,79 persen), Partai Gerindra 14.760.371 (11,81 persen), dan Partai Amanat Nasional 9.481.621(7,59 persen). Aturan yang berlaku ambang batas pencapresan presidential threshold (PT) adalah 20 persen.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up