JawaPos Radar

Maruf Amin dan Sandiaga Cawapres, Pengamat: Ini Negoisasi Jalan Tengah

11/08/2018, 16:45 WIB | Editor: Kuswandi
Pilpres 2019
Ilustrasi Pilpres 2019 (Koko/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Direktur Poltracking Hanta Yudha menilai, pemilihan K.H. Maruf Amin sebagai cawapres Jokowi dan Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo bukan sebagai strategi politik, melainkan pengambilan keputusan jalan tengah.

"Pertanyaannya, kenapa muncul dua nama ini? Saya punya catatan analisis. Bagi saya, ini bukan strategi meskipun para politikus kita mengatakan ini bagian dari strategi. Ini adalah negosiasi jalan tengah, titik temu yang harus diambil," ungkapnya saat diskusi Warung Daun, Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8).

Hanta menyebut dipilihnya dua cawapres tersebut karena adanya kerumitan dalam menentukan koalisi. Karena sistem politik Indonesia yang pelik, maka membuat jalan tengah alternatif caranya.

Kerumitan tersebut salah satu alasannya ialah aturan presidential threshold yang menyebut minimal 20 persen, maka muncul pemikiran bagi partai-partai koalisi Prabowo dan Jokowi untuk mengusung siapa cawapres yang mumpuni berlaga dalam pilpres 2019 ini.

"Di titik lain di mana persyaratan pencalonan presiden itu harus 20 persen. Kalau ngggak ada 20 persen, nggak ada kerumitan ini," tukasnya.

Dampak dari 20 persen itu, maka partai politik berlomba-lomba mengusung kadernya. Jika tak ada 20 persen itu mungkin setiap partai akan mengirim kader terbaik untuk bersaing.

"Mas Roy akan mengusung sendiri, PAN mungkin saja akan mengusung Bang Zul. Semua akan mengusung partai sendiri. Tapi, karena ada pembatasan, pasti rumit, sehingga pasti ini ingin mencalonkan semua," jelasnya.

"Wajar semua partai menginginkan kadernya dan ini nggak aneh," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya memutuskan untuk meminang Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai calon wakil presidennya. Keputusan itu pun telah mendapatkan persetujuan dari dua partai politik koalisi pendukungnya.

Sedangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up