JawaPos Radar

Pilih Ma'ruf Amin, PSI: Jokowi Juga Bisa Rebut Suara Milenial

11/08/2018, 16:25 WIB | Editor: Kuswandi
Jokowi-Maruf Amin
llustrasi: Jokowi-Maruf Amin (Koko/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ma'ruf Amin akhirnya dipilih oleh Joko Widodo (Jokowi) menjadi cawapresnya di Pilpres 2019.

Ada beberapa pihak yang meragukan Jokowi tidak bisa mengambil suara pemilih milenial dengan memilih Ma'ruf Amin.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengaku yakin Jokowi tetap bisa mengambil suara dari ceruk generasi milenial. Sebab Jokowi saat ini saja sudah begitu dekat dengan kaum milenial.

"Saya kira kalau presidennya sudah milenial. Jadi sudah cukup lah ya. Misalnya Jokowi tampilannya juga sneakers gitu kan" ujar Raja Juli usai konfrensi pers di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu (11/8).

PSI juga dikatakan Raja Juli juga akan membantu Jokowi dalam menggaet kaum milenial. Sebab kader PSI mayoritas adalah generasi milenial. Sehingga mudah masuk ke pemilih milenial dan pemula.

"Jadi milenial dan pemilih pemula akan memilih Jokowi," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini untuk menggaet kaum milenial bukan hanya cawapres Jokowi dari kaum milenial. Lewat cara berpikir yang jauh ke depan juga bisa membuat kaum milenial tertarik memilih Jokowi.

"‎Yang paling penting itu milenial itu cara berpikir terbuka dan apa adanya," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

Alasan Jokowi memilih Rais Aam PBNU itu karena dia adalah tokoh agama dengan segudang pengalamannya di pemerintahan dan juga sebagai anggota dewan.

Misalnya kata dia, Ma'ruf Amin pernah menjabat sebagai anggota DPRD, DPR, MPR, Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Bahkan saat ini dia dipercaya sebagai Rais Aam PBNU, Ketua MUI, dan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Jokowi mengatakan sosok dirinya dan Maruf Amin adalah perpaduan nasionalis dan religius. Sehingga target merebut hati rakyat Indonesia sebanyak-banyaknya bakal ia lakukan.

Dalam memilih Ma'ruf Amin dikatakan Jokowi sudah melalui proses yang panjang. Misalnya meminta masukan dari elemen masyarakat dan juga dari partai-partai koalisi pendukungnya di Pilpres 2019 mendatang‎.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up