JawaPos Radar

Final Piala AFF U-16 2018

Panpel Piala AFF U-16 2018 Bantah Jual Tiket ke Calo

11/08/2018, 16:15 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Final Piala AFF U-16, Final Piala AFF U-16 2018, Piala AFF U-16 2018, Calo Tiket, Timnas U-16 Indonesia
Animo suporter menyaksikan laga final Piala AFF U-16 sangat tinggi. Sebagian ada yang tak kebagian tiket, di tangan calo harga melambung (Humas PSSI Jatim for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Panitia penyelenggara Piala AFF U-16 2018 membantah tudingan bahwa mereka menjual tiket ke calo. Wakil Ketua Panitia, Amir Burhannudin mengajak masyarakat untuk menangkap dan malaporkan calo ke pihak kepolisian.

Meski dinyatakan habis sejak Sabtu (11/8) pukul 09:00 WIB, banyak tiket final Piala AFF U-16 2018 yang beredar di tangan calo. Harganya pun fantastis. Melonjak mulai 300 persen hingga 400 persen dari harga normal.

Tiket kategori ekonomi yang berharga Rp 50 ribu, mereka jual dengan banderol Rp 200 ribu per lembar. Lonjakan harga tiket ekonomi mencapai 400 persen.

Final Piala AFF U-16, Final Piala AFF U-16 2018, Piala AFF U-16 2018, Calo Tiket, Timnas U-16 Indonesia
Wakil Ketua Panitia Amir Burhannudin (tengah) ketika ngopi bareng dengan pelatih Timnas U-16 Indonesia Fakhri Husaini dan pelatih Malaysia Raja Azlan. Pihaknya membantah menjual tiket ke calo (M. Syafaruddin/JawaPos.com)

Harga tiket kategori utama juga ikut baik. Para calo membanderol tiket kategori utama hingga Rp 300 ribu. Padahal harga normal hanya Rp 100 ribu. Tiket VIP juga melonjak dari harga normal Rp 150 ribu menjadi Rp 500 ribu.

"Yang pasti panitia tidak pernah menjual ke calo. Panitia hanya menjual via online dan on the spot. Dan itu juga dibatasi di mana setiap orang hanya boleh membeli maksimal dua tiket. Dengan identifikasi yakni jari mereka harus dimasukkan ke tinta setelah membeli tiket," tegas Amir.

"Jadi kalau ada calo, indikasinya ada dua. Pertama tiket palsu. Kedua mereka mengerahkan banyak orang untuk membeli tiket resmi, atau mengepul dari banyak pembeli," imbuh Amir ketika dihubungi JawaPos.com, Sabtu (11/8) siang.

Amir membantah bahwa panitia sengaja menyediakan kuota untuk calo tiket. "Kami tidak pernah menjual ke calo. Gila apa. Wong masyarakat saja rela antre seperti itu, masa kami mau menjual ke calo. Enggak mungkin lah,” tegasnya.

Dia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan calo ke polisi. "Itu kasat mata dan bisa ditangkap oleh siapapun. Silakan dilaporkan dan ditangkap. Sehingga panitia akan konsentrasi ke pertandingannya," tutup Amir.

(saf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up