JawaPos Radar

Gangster Narkoba Tobat Sejak Ibunya Meninggal

11/08/2018, 16:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
gangster narkoba tobat
El Mijis memiliki 11 tato di lengan dan dadanya dan dia terus berpakaian seperti yang telah dilakukannya selama hidupnya, dengan saputangan di lehernya, kemeja atau singlet dan kadang-kadang celana jeans longgar (Mexico News Daily)
Share this

JawaPos.com - Menyusul kematian ibunya, gangster narkoba Meksiko, Pedro Carrizales yang dijuluki 'El Mijis' meninggalkan kehidupannya yang bergelimangan dengan narkoba, kekerasan jalanan, dan kejahatan. Dilansir dari Al Jazeera pada Senin, (6/8), El Mijis kini mendedikasikan hidupnya untuk membantu anak muda yang sedang menuju jalan yang benar, tobat dari narkoba.

El Mijis berbalik haluan menjadi anggota perwakilan provinsi San Luis Potosi yang baru-baru ini digelar. Ayah tiga anak berusia 33 tahun itu tidak pernah mempersiapkan diri untuk terjun di dunia politik dengan mempelajari hukum atau meningkatkan kemampuan akademis.

Pada tahun 2002, ia bergabung dengan kelompok San Luis Potosi yang didedikasikan untuk membantu para pemuda kota untuk menjalani kehidupan yang lebih positif dan sejak tahun 2009 telah memimpin organisasi antikekerasan yang dikenal sebagai Un Grito de Existencia (A Shout of Existence).

Dia sering memberikan ceramah di sekolah-sekolah untuk memperingatkan siswa tentang bahaya narkoba dan meninggalkan pendidikan mereka. Carrizales menciptakan berbagai program sosial yang bertujuan untuk mengurangi kekerasan yang terkait dengan geng.

Meskipun ia telah berjuang untuk melakukan perubahan positif dan meningkatkan keadilan sosial dan mengajari kehidupan yang lebih baik untuk pemuda selama lebih dari 15 tahun, pemilihannya sebagai anggota Kongres Meksiko menjadi kontroversi.

Ia pernah memicu rentetan unggahan di media sosial yang melihat #ElMijis menjadi sebuah trending topic di Twitter. Ada juga laporan bahwa Carrizales dipenjara karena kejahatan yang diduga dilakukannya di masa lalu.

"Itu salah. Saya belum pernah dipenjara, polisi telah menangkap saya saat penggerebekan. Namun saya tidak pernah menembakkan pistol,” ujarnya Carrizales.

Dalam wawancara terpisah dengan Buzzfeed News México, El Mijis menjelaskan, delapan atau sembilan tahun yang lalu polisi menangkapnya di rumahnya atas tuduhan percobaan pembunuhan empat orang. Namun ia membantah melakukan kesalahan dan menjelaskan bahwa tidak ada bukti untuk menghukumnya atas kejahatan itu atau dia dihukum karena ikut serta dalam pembakaran kendaraan, yang juga dituduhkan padanya.

Daripada menilai dia pada penampilan atau tindakannya di masa lalu, El Mijis mendesak publik untuk melihanya di sama sekarang, bukan masa lalunya. “Saya tidak akan mengatakan bahwa saya berasal dari buaian Musa. Namun banyak hal yang dikatakan tentang saya adalah salah. Saya meminta masyarakat untuk melihat karya saya. Saya sekarang memiliki hadiah internasional untuk pekerjaan saya dengan Un Grito de Existencia,” katanya.

El Mijis memiliki 11 tato di lengan dan dadanya dan dia terus berpakaian seperti yang telah dilakukannya selama hidupnya, dengan saputangan di lehernya, kemeja atau singlet dan kadang-kadang celana jeans longgar.

Tapi Carrizales menepis kritik dan mengatakan, itu bukan pertama kalinya dalam hidupnya bahwa ia telah dihakimi dan menderita diskriminasi karena penampilannya. “Mereka memanggil saya naco (kelas rendah), cholo (setengah kasta atau seperti gangster),” katanya.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up