JawaPos Radar

Jelang Pesta Demokrasi, Konsumsi Masyarakat Diprediksi Kembali Tumbuh

11/08/2018, 16:10 WIB | Editor: Mochamad Nur
Jelang Pesta Demokrasi, Konsumsi Masyarakat Diprediksi Kembali Tumbuh
Ekonom Indef Bhima Yudhistira (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Masyarakat akan kembali menggelar pesta demokrasi pada April 2019 mendatang. Warga negara yang punya hak pilih kembali akan memilih para pemimpin dan wakil rakyatnya. Disamping itu, euforia pemilihan presiden (Pilpres) akan dimulai pada September mendatang. Sebab, kampanye untuk meyakinkan masyarakat memilih kepala negaranya akan dimulai.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, babak tersebut dapat mendorong tingkat konsumsi masyarakat.

Belum lama ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat konsumsi rumah tangga Indonesia di kuartal II 2018 yang mencapai 5,14 persen dan merupakan yang tertinggi sejak 2016.

"Konsumsi akan terdorong naik karena pemilu nya serentak Pilpres dan Pileg. Belanja politik parpol dan pemerintah akan jor-joran. Kebijakan pemerintah juga lebih populis dengan menaikan bansos, dana desa dan subsidi BBM di 2019. Yang serba populis akan boosting konsumsi," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (11/8).

Tidak hanya itu, industri makanan dan minuman (mamin) juga akan merasakan dampak dari perhelatan pesta demokrasi. Tingkat konsumsi terhadap industri tersebut juga akan ikut naik.

"Industri Makanan minuman naik, komunikasi informasi, plus akomodasi perhotelan juga terangkat. Jasa periklanan ramai juga," terangnya.

Hanya saja, lanjut Bhima, dirinya memperkirakan jika para pelaku usaha akan melakukan wait and see lantaran menunggu kepastian terkait kebijakan kepala negara selanjutnya.

"Tapi disisi lain investasi akan wait and see khususnya investasi PMA jangka panjang. Mereka mau liat siapa ywng bakal terpilih dan regulasinya apa yang baru," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up