JawaPos Radar | Iklan Jitu

BKPM Tawarkan Proyek Infrastruktur USD13,1 Miliar ke Investor Tiongkok

11 Agustus 2018, 14:13:37 WIB | Editor: Mochamad Nur
BKPM Tawarkan Proyek Infrastruktur USD13,1 Miliar ke Investor Tiongkok
Ilustrasi penawaran investasi Pemerintah Inonesia ke sektor bisnis swasta Tiongkok (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menggelar Market Sounding proyek-proyek infrastruktur skema KPBU di Shanghai (3 Agustus 2018) dan Beijing (8 Agustus 2018) lewat bantuan KJRI Shanghai dan KBRI Beijing yang didukung oleh China Export & Credit Insurance Corporation (Sinosure).

Tiongkok dipilih karena tingginya minat para pelaku bisnisnya berinvetasi di bidang infrastruktur. Investor yang berminat sebagian besar merupakan perusahaan global yang telah mengembangkan bisnisnya di banyak negara.

Total nilai investasi dari proyek-proyek infrastruktur yang ditawarkan mencapai USD 13,1 miliar. Beberapa proyek yang ditawarkan, seperti perluasan Bandara Hang Nadim, beberapa proyek pembangkit Listrik dengan total kapasitas sekitar 1.885 Mega Watt, proyek jalan tol di sejumlah daerah, proyek LRT di Kota Batam, proyek infrastruktur pariwisata Kawasan Danau Toba, dan proyek perluasan Bandara Labuan Bajo.

Di samping itu, juga disampaikan secara umum peluang investasi infrastruktur di Kawasan Industri Terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, CFLD Industrial Park di Tangerang, Banten dan Cikarang Jawa Barat, serta sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba P. Hutapea menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam upaya untuk menyediakan infrastruktur.

BKPM Tawarkan Proyek Infrastruktur USD13,1 Miliar ke Investor Tiongkok
Ilustrasi jalan tol adalah salah satu proyek yang ditawarkan ke investor Tiongkok (Dok.JawaPos.com)

“Pemerintah Indonesia memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada pihak swasta dari dalam maupun luar negeri untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur skema KPBU karena adanya dukungan dan penjaminan dari pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada pers, Sabtu (11/8).

Dalam acara Market Sounding ini, Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun mengajak investor Tiongkok untuk meningkatkan investasinya di Indonesia

“Indonesia diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat rating dunia sebagai tempat yang aman untuk berinvestasi dan memiliki potensi pasar yang besar. Investor Tiongkok dapat memanfaatkan peluang investasi di bidang infrastuktur yang didorong oleh pemerintah Indonesia khususnya skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” jelasnya.

Kedua acara Market Sounding ini dihadiri oleh perusahaan-perusahaan infrastruktur terkemuka di antaranya Citic Pacific Energy, Shanghai Electric Group Company Limited, CFLD International Industry Service Center, China Airport Construction Group, Shanghai Tunnel Engineering, serta China Energy Engineering Group

Selain itu turut hadir Anhui Electric Power Design Institute Co. Ltd, China Life Insurance Company, CIMB Bank Shanghai, Zhejiang Dahua Technology Co. Ltd, PowerChina International Group, Standard Chartered Bank, Shuangdeng Group Co. Ltd. China Machinery Engineering Corporation, TBEA, CIMB Shanghai, Beijing Urban Construction Group, China Geo-engineering Corporation, China National Electric Engineering Co., dan Sunburst Energy Development.

Pada akhir acara, di antara perusahaan-perusahaan di atas telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek yang ditawarkan, khususnya proyek pembangkit listrik, LRT dan kawasan industri.

Bahkan beberapa di antaranya mempertimbangkan melakukan penjajagan ke Indonesia dalam waktu dekat untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci terkait proyek-proyek dimaksud.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up