JawaPos Radar

Pilpres 2019

Gerindra: Prabowo Sudah Jalankan Rekomendasi Ijtima Ulama

11/08/2018, 15:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Gerindra: Prabowo Sudah Jalankan Rekomendasi Ijtima Ulama
Partai pengusung resmi mendaftarkan pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno ke KPU, Jumat (10/8). (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Hasil rekomendasi Ijtima Ulama tidak dijalankan oleh Prabowo Subianto dalam memilih cawapresya. Demikian sindiran yang dilayangkan oleh cawapres Joko Widodo (Jokowi), Ma'ruf Amin.

Menanggapi penilaian tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sugiono mengatakan ketua umumnya sudah menjalankan rekomendasi Ijtima Ulama. Pasalnya isi dari rekomendasi tersebut yakni capresnya adalah Prabowo Subianto.

Sehingga, dengan menjadikan Prabowo Subianto sebagai capres maka hal itu merupakan bagian dari menjalankan rekomendasi Ijtima Ulama.

"Kami sudah mengikuti rekomendasi Ijtima Ulama. Kami sudah bersatu dan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres," ujar Sugiono kepada JawaPos.com, Sabtu (11/8).

Selain merekomendasikan Prabowo sebagai capres, Ijtima Ulama juga menyarankan dua nama sebagai cawapres. Mereka yakni Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Akan tetapi, Prabowo akhirnya memilih berduet dengan Sandiaga S Uno. Mengenai ‎hal itu, Sugiono mengatakan, itu adalah realitas politik yang mesti dijalankan.

"Kalau masih dianggap kurang, saya kira itu adalah realitas politik yang harus terjadi. Dan saya kira Kiai Ma’ruf Amin juga mengerti hal itu. Secara realitas politik beliau memutuskan untuk tidak menjadi bagian dari ulama yang mendukung ijtima," katanya.

Dia menambahkan, koalisi pendukung Prabowo nyatanya tetap solid meski cawapres yang dipilih adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga. "Kita bisa lihat sendiri bagaimana koalisi ini bersatu pada saat pendaftaran capres kemarin. Kecuali PBB yang tidak ikut menghadiri pendaftaran," pungkasnya.

Sebelumnya, Ma'ruf Amin menyidir hasil Ijtima Ulama yang tidak dijalankan oleh salah satu pihak pada Pilpres 2019. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu tidak menyebutkan nama yang bersangkutan.

Hanya saja, ia mengatakan salah satu pihak tersebut selalu mengungkapkan menghargai ulama. Namun, kenyataanya hasil rekomendasi Ijtima Ulama tidak dijalankan.

"Ada sebelah sana bilang menghargai ulama. Tapi, usu‎l Ijtima Ulamanya tidak didengerin. Malah wakilnya bukan ulama," ujar Ma'ruf Amin di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (10/8).

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up