JawaPos Radar

Begini Tantangan Terbesar Sektor Ekonomi Capres-Cawapres Pilpres 2019

11/08/2018, 13:21 WIB | Editor: Mochamad Nur
Begini Tantangan Terbesar Sektor Ekonomi Capres-Cawapres Pilpres 2019
Pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo- Maruf Amin (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menyisakan dua nama, yakni Prabowo Subianto dengan sang petahana Joko Widodo. Keduanya sudah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (10/8) kemarin.

Kini, kedua calon pemimpin tersebut sudah harus menatap visi dan misi mereka ke depan untuk meyakinkan masyarakat. Di sisi lain, program-program yang mendukung pada kebijakan ekonomi makro dan mikro juga perlu diperjelas.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, tantangan terbesar bagi calon pemimpin Indonesia ini cukup terasa di sektor ekonomi.

Begini Tantangan Terbesar Sektor Ekonomi Capres-Cawapres Pilpres 2019
Pasangan Prabow Subianto-Sandiaga S Uno (Dok.JawaPos.com)

Menurut dia, tidak mudah menghadapi gejolak dari perekonomian global yang akan terus terdampak hingga 2020 mendatang.

"Tantangan paling berat menghadapi empat hal yang berkaitan. Rupiah melemah, mempengaruhi biaya impor barang, harga kebutuhan pokok mulai naik di awal semester 2, ujungnya daya beli masyarakat bisa turun," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (11/8).

Atas kondisi itu, lanjut Bhima, para pasangan calon (Paslon) perlu memberi jawaban yang jelas untuk menyakinkan para investor. Jika tidak, tentu hal itu akan berdampak bagi bisnis mereka dan perekonomian dalam negeri. Ujung-ujungnya, ekonomi Indonesia akan sulit membaik.

"Investor butuh solusi yang kongkrit dua paslon ini. Karena gejolak ekonomi prediksinya sampai 2020 masih terus fluktuatif," terangnya.

Terkait KH Ma'ruf Amin, Bhima menyebut kehadirannya akan memberi dampak positif bagi ekonomi syariah. Apalagi, sektor tersebut kerap di anak tirukan oleh pemerintah.

"Ma'ruf Amin fokusnya di ekonomi keumatan. Sasarannya pemberdayaan pesantren, kucuran kredit ultra mikro bakal dinaikan. Dia juga menjabat sbagai dewan pengawas syariah dibeberapa bank syariah. Jadi keuangan syariah akan dapet perhatian besar," pungkas dia.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up