JawaPos Radar

2 Terduga Teroris Ditangkap di Luwu

11/08/2018, 12:13 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kombes Pol Dicky Sondani
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani dalam ekspos tangkapan empat terduga teroris di dua kabupaten di Sulsel, Sabtu (11/8). (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali meringkus dua terduga teroris. Penangkapan dilakukan di Kecamatan Tomoni, Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kedua terduga teroris adalah ID, 28, warga Desa Mulyasari, dan RU, 40, warga Tomoni. Mereka diduga masih satu jaringan dengan dua terduga teroris yang ditangkap Dusun Tobenteng, Desa Liliriattang, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulsel, Jumat (10/8) kemarin. Adalah MU alias YD, 37, dan BD, 28.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, keempatnya merupakan jaringan dari kelompok teroris pimpinan Santoso dan Daeng Koro di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). "Mereka juga ikut menyuplai, memberikan perlindungan dan menyiapkan bahan-bahan peledak. Banyak yang mereka lakukan dan rencanakan aksi di Poso secara umum," terang Dicky dalam ekspos tangkapan empat terduga teroris di Mapolda Sulsel, Makassar, Sabtu (11/8).

Untuk di Lutim, tim Densus 88 dibackup Polres Bone. Pertama kali yang ditangkap adalah ID. Dia ditangkap di sebuah bengkel, Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, Lutim sekitar pukul 07.00 WITA. Densus 88 kemudian menangkap RU di depan Bank BRI Cabang Tomoni.

"Barang bukti yang disita satu unit sepeda motor dan satu unit mobil, untuk di Lutim. Kalau Bone itu yang ada kami temukan bahan peledak," ucap Dicky.

Bahan peledak yang disita sebanyak kurang lebih 20 kilogram. Selain itu, petugas turut mengamankan senapan angin dan sebilah senjata tajam jenis parang untuk terduga teroris di Bone.

Usai penangkapan, keempat terduga teroris langsung dibawa ke Makassar sebelum diterbangkan ke Jakarta pada hari ini. Selanjutnya, tim terus melakukan pendalaman untuk mengetahui jaringan-jaringan lain yang ada di Sulsel.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up