JawaPos Radar

Pilpres 2019

Demokrat Risih Ma'ruf Sindir Prabowo Abaikan Rekomendasi Ijtima Ulama

11/08/2018, 12:00 WIB | Editor: Estu Suryowati
Demokrat Risih Ma'ruf Sindir Prabowo Abaikan Rekomendasi Ijtima Ulama
Kepala Divisi Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean saat menyambut Prabowo Subianto ketika menyambangi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum pendaftaran kemarin, Jumat (10/8). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Prabowo Subianto resmi memilih Sandiaga S Uno sebagai cawapresnya. Hal itu pun dipertanyakan oleh cawapres Joko Widodo, Ma'ruf Amin.

Sebab, rekomendasi dari Ijtima Ulama tidak dijalankan oleh mantan Danjen Kopassus tersbut. Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean‎ mengatakan, kecewa oleh pernyataan Ma'ruf Amin.

‎"Saya menyayangkan sikap Kiai Ma'ruf yang menyindir-nyindir hal tersebut, karena ini dampaknya tentu tidak baik. Namanya nyindir itu pasti tidak positif dampaknya," ujar Ferdinand kepada JawaPos.com, Sabtu (11/8).

Demokrat Risih Ma'ruf Sindir Prabowo Abaikan Rekomendasi Ijtima Ulama
Ma'ruf Amin mempertanyakan keputusan Prabowo Subianto yang memilih Sandiaga S Uno, dan tidak menjalankan rekomendasi dari Ijtima Ulama. (istimewa/JawaPos.com)

Menurut Ferdinand, semua pihak perlu menjaga kesejukan di Pilpres medatang. Sehingga tidak perlu ada aksi saling sindir di antara kedua kubu kontestan Pilpres.

"Daripada menyindir lawan yang justru akan memanasi politik. Kami ingin berpolitik santun dan sejuk," katanya.

Selain itu, ‎keputusan Prabowo yang memilih Sandiaga Uno sudah tidak relevan lagi dipertanyakan. Pasalnya pilihan itu sudah melalui proses panjang. Prabowo ingin memperbaiki ekonomi yang melemah saat ini.

"Seperti iklim usaha sakit, makanya memilih Sandiaga yang ekonom," pungkasnya.

Sebelumnya, ‎calon wakil presiden Ma'ruf Amin menyidir hasil Ijtima Ulama yang tidak dijalankan oleh salah satu pihak pada Pilpres 2019. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu tidak menyebutkan nama.

Hanya saja ia mengatakan, salah satu pihak tersebut selalu mengungkapkan menghargai ulama. Namun, kenyataanya hasil rekomendasi Ijtima Ulama tidak dijalankan.

"Ada sebelah sana bilang menghargai ulama, tapi usu‎l Ijtima Ulamanya tidak didengerin. Malah wakilnya bukan ulama," ujar Ma'ruf Amin di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (10/8).

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up