JawaPos Radar

Bawa Proyek Infrastruktur, Jokowi Menguat di Ranah Minang 2019?

10/08/2018, 23:48 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin
Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejak menjabat Presiden Indonesia, terhitung sudah lima kali Joko Widodo mengunjungi Sumatera Barat (Sumbar) hingga Mei 2018 lalu. Konon, ngebetnya Jokowi ke Ranah Minang didasari kekalahan telaknya saat Pilpres 2014 silam.

Sejumlah proyek infrastruktur pun diresmikan mantan Gubernur DKI itu. Mulai dari ground breaking tol Padang-Pekanbaru, peresmian Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) hingga janjinya merevitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Kabupaten Solok Selatan.

Namun masih banyak warga Minang yang kurang simpatik terhadap Jokowi. Hal ini terlihat dari berbagai kicauan warga di media sosial (medsos) yang justru lebih mengunggulkan Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Kendati demikian, pengamat politik Sumbar, Asrinaldi justru memiliki pandangan berbeda. Munurutnya, rentetan kunjungan Jokowi ke Sumbar justru akan berdampak positif untuk mendongrak anjloknya perolehan suara Jokowi saat Pilpres 2014 silam. Apalagi, tidak sedikit program pembangunan infrastruktur yang 'dihalau' Jokowi ke Ranah Minang.

"Masyarakat Sumbar tentu punya pertimbangan dalam memilih Presiden dan Wapres. Memang, 2014 lalu, Jokowi mendapat dukungan rendah. Tapi, perhatian Jokowi akhir-akhir ini pada masyarakat Sumbar akan mempengaruhi pilihan masyarakat," terang Asrinaldi saat dimintai tanggapannya tentang sosok Jokowi kepada JawaPos.com, Jumat (10/8).

Begitu juga soal basis, Sumbar dikenal kental memiliki warga Muhammadiyah. Sedangkan sang Cawapres KH. Ma'ruf Amin yang diusung Jokowi adalah tokoh sepuh Nahdlatul Ulama (NU).

"Yang dilihat masyarakat Sumbar tentunya Jokowinya. Walaupun Sumbar mayoritas Muhammadiyah, tapi high politic elite Muhammadiyah tidak mengarahkan anggotanya untuk memilih selain Jokowi," sebut doktor sekaligus pengajar politik di Universitas Andalas (Unand) itu.

Klaim Asrinaldi tentang Muhammadiyah juga tak sekedar isapan jempol. Buktinya, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumbar, Shofwan Karim Elha termasuk satu dari 21 nama yang tertera sebagai Dewan Penasehat Forum Komunikasi Relawan pemenangan Jokowi (FKRJ) Sumbar 2019 yang dikukuhkan Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo), Sidarto Danusubroto di Kota Padang, Kamis (2/8) lalu.

Shofwan Karim tak menampik, dirinya termasuk sebagai Dewan Penasehat FKRJ Sumbar 2019. Baginya, berbeda dukungan terhadap seorang kandidat Presiden bukan masalah fatal. Apalagi, Muhammadiyah bukan Lembaga Negara, bukan pula Partai Politik.

"Muhammadiyah gerakan keagamaan. Bebas menentukan pilihan untuk pemimpin. Ini jalan dakwah dan tidak akan mengganggu keutuhan Muhammadiyah," kata Shofwan Karim saat dihubungi JawaPos.com melalui telepon selulernya, Jumat (3/8).

Lebih jauh mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) itu menerangkan, tidak ada larangan dalam SK Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terhadap para kader yang ingin berjuang di politik. Mau jadi anggota Dewan, tim sukses dan sebagainya.

Prinsipnya, kata Syohwan, Muhammadiyah akan mendukung siapa saja kader yang hendak maju di jalur politik. "Mau maju dari partai manapun bebas, Muhammadiyah akan dukung dan sukseskan kadernya. Jangan ragu-ragu, Muhammadiyah dukung siapa saja yang mau maju ataupun mendukung siapa saja," terang Shofwan Karim Elha.

Seperti diketahui, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla hanya mendapatkan 23,08 persen suara pada Pilpres 2014 di Sumbar. Sedangkan, pasangan Prabowo-Hatta Rajasa meraih 76,92 persen suara.

Dari rangkuman JawaPos.com, sejak dilantik menjadi orang nomor satu di Negeri ini, terhitung sudah lima kali Jokowi menginjakkan kaki di tanah Minang dengan beragam agenda. Pertama, Jokowi datang ke Sumbar sekaligus meninjau daerah Riau, Jambi yang terdampak kabut asap pada Oktober 2015 silam.

April 2016, Jokowi kembali ke Sumbar dengan agenda membuka Latihan Multilateral Angkatan Laut Komodo 2016. Juli di tahun itu juga (2016), Jokowi lagi-lagi ke Sumbar dengan agenda bagi-bagi sembako di Kota Padang. Jokowi juga hadir dalam tabligh akbar di kantor Gubernur Sumbar dan salat Idul Fitri 1437 H di Masjid  Raya Sumbar, kala itu.

Setelah itu, Sumbar didaulat sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Padang tanggal 9 Februari 2018. Tiga hari lamanya Jokowi menghabiskan waktu di Ranah Minang sejak tanggal 7 hingga 9 Februari.

Tiga hari di Sumbar, Jokowi tak hanya menghadiri puncak HPN, ia juga meninjau proyek padat karya di Dharmasraya, membagikan sertifikat tanah, kartu indonesia pintar (KIP), bantuan program keluarga harapan (PKH), bantuan sosial pangan rastra, hingga ground breaking tol Padang-Pekanbaru di Kabupaten Padang Pariaman.

Berselang dua bulan setelah itu, Jokowi kembali mendarat di Sumbar pada 21 Mei 2018. Kali ini, Jokowi datang untuk meresmikan pemakaian KA BIM. Lalu, membagikan 510 sertifikat tanah masjid dan musala, hingga peresmian kampus II pesantren modern terpadu Prof Dr Hamka di Koto Tangah, Kota Padang.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up