JawaPos Radar

Diterjang Puting Beliung, BPBD Kampar: Ini Fenomena Baru

10/08/2018, 21:51 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bencana Puting Beliung
Bangunan sekolah dan rumah warga tampak rusak parah setelah diterjang puting beliung pada Senin (6/8) lalu. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Desa Muktisari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, dilanda bencana puting beliung pada Senin (6/8) lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, menyebut kejadian itu sebagai fenomena baru.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra mengatakan, selama ini BPBD Kampar tidak melihat Tapung sebagai wilayah perlintasan angin. 

"Ini menjadi data tambahan bagi kami. Menurut tetua adat Tapung memang pernah diterjang puting beliung. Tapi itu sudah sangat lama sekali," kata dia, Jumat (10/8).

Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, cuaca buruk masih akan terjadi di wilayah Kampar selama tujuh hari ke depan.

Dari hasil pemetaan, terdapat sejumlah lokasi yang cukup rawan terjadi bencana puting beliung di wilayah Kampar. Diantaranya adalah Kecamatan XIII Koto Kampar yang diapit pegunungan Bukit Barisan. 

"Wilayah itu merupakan pertemuan angin lembah dengan lembah. Angin yang berhembus kencang bisa membuat beliung dengan lingkaran 2-3 meter. Nantinya angin juga akan berhembus ke tempat lain seperti Bangkinang. Ini yang kita waspadai," jelas dia.

Untuk itu kata Adi, masyarakat diimbau agar terus waspada. Mengingat potensi bencana masih ada. BPBD juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana mengantisipasi bencana itu.

Pada bencana itu, sedikitnya 25 unit rumah mengalami rusak. Diantaranya rusak berat setelah tertimpa pohon dan atap yang terbang diterjang angin. Selain itu, sebanyak tiga gedung sekolah masing-masing SD Negeri 01 Muktisari, SMP 005 Muktisari, dan SD 027 mengalami kerusakan cukup parah. 

Meski begitu, Adi meyakinkan kalau sejauh ini aktivitas masyarakat sudah berjalan normal. "Namun kita tetap waspada," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up