JawaPos Radar

Kurangi Polusi, Pemakaian Sepeda Listrik Buatan Lokal Dikampanyekan

10/08/2018, 20:25 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Sepeda Listrik
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengendarai sepeda motor listrik Q1 saat di berada di kawasan halaman Balai Kota Semarang. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kota Semarang semakin serius menggalakkan program bebas polusi dengan mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Terakkhir, mereka melakukan pengurangan polusi melalui pengenalan penggunaan sepeda motor listrik buatan lokal yang bernama Q1.

Kampanye penggunaan kendaraan ramah lingkungan ini dilakukan oleh Wali Kota Hendrar Prihadi. Dalam perjalanan menuju Balai Kota, pria yang karib disapa Hendi ini mengendarai sendiri sepeda motor listrik buatan Kota Semarang yang diproduksi secara massal oleh produsen motor pabrikan asal Kota Lunpia, Viar Motor Indonesia.

"Ini buatan Kota Semarang lo", tutur Hendi sembari mencopot helm yang dipakainya. "Nggak ada suaranya kan? Ini pakai listrik jadi nggak ada asapnya juga", sambungnya.

Dikatakannya, dengan menggunakan baterai jenis Lithuium-ion maintence free yang didesain dengan spesifiksi 60v20AH, kapasitas maksimum untuk daya listrik sepeda motor ini yakni 2 kWh. Estimasi pengisian penuh membutuhkan durasi 5 hingga 7 jam. 

Pengisiannya sendiri, katanya, dapat menggunakan charger berspesifikasi 220 volt berfrekuensi 50 Hz. Dan dengan spesifikasi tadi, Hendi mengatakan bisa menempuh jarak hingga 60 kilometer dalam sekali pengisian dan 30 kilometer dalam setiap 1 kWh.

Dengan tarif listrik per kWh sekitar Rp 1467,28, dapat dikatakan Q1 tak hanya mengurangi emisi gas buang. Tetapi juga lebih irit bila dibandingkan dengan sepeda motor biasanya. Kendaraan ini lanjutnya, sudah dapat dibeli dan digunakan secara massal oleh masyarakat Kota Semarang.

Hendi mengaku memperkenalkan motor listrik buatan Kota Semarang tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pengurangan emisi gas buang yang ada di Kota Semarang. Penggunaan sepeda motor listrik ini disebutnya juga sebagai solusi permasalahan polusi selama ini.

"Saya tentu mengharapkan produk ini diterima antusias oleh masyarakat, sehingga kita dapat bergerak bersama mengatasi permasalahan polusi udara yang ditimbulkan oleh emisi gas buang di Kota Semarang," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, pemerintah kota setempat juga telah mendorong pengalihan bahan bakar transportasi umum Bus Trans Semarang menjadi gas. Serta mengusahakan pembangunan transportasi alternatif Monorel di Kota Semarang. "Apalagi produk ini adalah buatan Kota Semarang yang harus bersama-sama kita dukung juga", tandas Hendi.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up