JawaPos Radar

Tren Belanja Online, E-Grocery Ternyata Makin Diminati

10/08/2018, 17:46 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
E-Grocery, data pembeli online, data belanja online,
Tetra Pak Index (TPI) 2018 paparkan tren belanja konsumen di Indonesia. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Tren belanja kini membuat konsumen beralih dari aktivitas belanja konvensional (offline) menjadi belanja secara digital (online). Kini, konsumen dapat membeli apa pun, kapan pun, dan di mana pun langsung dari genggaman tangan mereka.

Laju pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia pun kian meningkat. Di tahun 2015 lalu, Indonesia memiliki 18 juta konsumen yang berbelanja secara online dan diharapkan untuk terus tumbuh. Dalam riset yang dilakukan perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan serta minuman , Tetra Pak dalam ‘Tetra Pak Index’, terungkap salah satu aktivitas belanja online yaitu belanja makanan dan minuman secara online (e-grocery) semakin disukai.

Cara belanja ini dipandang sebagai katalis untuk transformasi e-commerce yang lebih luas. Cara belanja e-grocery pun kian digemari. E-grocery telah dipandang sebagai sebagai cara belanja baru yang menyegarkan bagi konsumen, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan belanja pangan secara offline. Jenis produk tersedia dan dapat diakses secara online kurang lebih sama dengan yang ditawarkan di toko-toko, termasuk makanan dan minuman dalam kemasan.

“Berdasarkan riset Tetra Pak Index di Indonesia, sebanyak 1,2 persen konsumen di Jakarta telah berbelanja
pangan secara online pada tahun 2016 dan angka ini diharapkan untuk terus tumbuh hingga 5,4 persen pada tahun
2030," kata Communications Manager Tetra Pak Indonesia Gabrielle Angriani dalam keterangan tertulis, Jumat (10/8).

Sementara itu kegiatan belanja di pasar tradisional mungkin akan menurun pada tahun 2030 menjadi 46,6 persen. Angka itu turun dari sebelumnya di angka 56,3 persen pada tahun 2016.

Tren yang perlahan beralih ke e-grocery disambut dengan sangat baik oleh para e-commerce. Di Jakarta sendiri, e-grocery berkompetisi langsung dengan minimarket dan supermarket karena permintaan konsumen akan pengalaman belanja yang mudah dan cepat, serta akses internet yang membaik.

Selain membahas tentang tren e-grocery, hasil riset Tetra Pak Index juga memberikan wawasan tentang empat faktor utama yang mempengaruhi pasar e-grocery, yaitu kemudahan, teknologi dan kinerja yang terus mengubah rantai pasokan (supply chain), keberlanjutan, serta personal dan unik.

“Riset kami membuktikan bahwa daya tahan dan efisiensi kemasan menjadi persyaratan penting dalam kegiatan belanja online. Bahkan hasil riset pun menunjukkan bahwa kemasan yang efisien secara berat maupun ruang dapat memberikan pengurangan volume transportasi sebesar 30-50 persen," tutup Gabrielle. 

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up