JawaPos Radar

ACT Bantu Logistik Hingga Fase Recovery Gempa Lombok

10/08/2018, 17:45 WIB | Editor: Bintang Pradewo
ACT Bantu Logistik Hingga Fase Recovery Gempa Lombok
Wakil Ketua DPRD Jabar, Haris Yuliana melepas tujuh truck logistik bantuan kemanusiaan Lombok di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Jumat (10/8). (Siti Fatonah/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus mengirim logistik untuk korban gempa Lombok, NTB. Bahkan, pihak ACT akan mendampingi hingga proses recovery Lombok.

Koordinator Cabang ACT Jabar, Adi Nurdiansyah mengatakan setelah fase emergency yang akan berlangsung hingga satu pekan atau lebih akan berlanjut pada proses recovery Lombok. Sehingga ACT akan terus mendampingi hingga proses recovery untuk membangun Lombok kembali.

"Kalau fase emergency sudah diperpanjang, nanti masuk ke proses recovery, ini kita akan membantu lombok untuk bangun kembali, seperti halnya yang kita lakukan di Aceh kita bangun fasilitas umum," kata Adi di Gedung DPRD Jabar, Jumat (10/8).

Adapun fasilitas umum yang akan diperbaiki yakni masjid-masjid, beberapa sekolah, Rumah Sakit dan lainnya. Karena saat gempa Lombok tersebut telah merusak sebagian besar fasilitas umun dan rumah-rumah warga Lombok.

"Fasilitas yang rusak, kita akan coba bantu bangun kembali," ungkapnya.

Selain mengirimkan logistik berupa makanan pokok, dan lainnya, ACT juga melakukan aksi dengan membantu para siswa harus libur sekolah karena gempa tersebut. Sehingga pendidikan informal harus terus dilakukan, agar materi dan sedikit menghibur anak-anak pascagempa.

"Pendidikan itu salah satunya, karena sekolah hancur, jadi banyak anak disana yang tidak bisa sekolah yang seperti biasanya, mungkin sekarang terhenti dan kegiatan belajar mengajar terhenti, kita harapannya, nanti di fase recovery ini salah satunya membantu bagaimana anak-anak ini bisa kembali bersekolah," jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini para korban gempa Lombok masih membutuhkan uluran tangan dari masyarakat Indonesia. Diantaranya makan siap saji, selimut, obat-obatan, makanan bayi dan logistik lainnya. Namun, kata Adi perihal makanan siap saji tidak harus dalam bentuk mie instan, bisa diganti dengan makanan lainnya.

"Kebutuhan sehari hari korban, kaya makanan siap saji, tapi bukan mie instan yah sekarang kita sudah mulai harus mengedukasi masyarakat kalau bantuan tidak harus mie instan," ungkapnya.

Kemudian perihal pakaian layak pakai pihaknya sudah mulai menurunkan permintaan karena dikhawatirkan malah jadi menumpuk. Seperti halnya kasus Garut pada beberapa waktu lalu, pakaian layak pakai sampai menggunung. "Maka lebih baik kita memberikan barang baru," pungkasnya.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up