JawaPos Radar

Hasil Labfor Kebakaran yang Menewaskan 1 Keluarga di Makassar Dikebut

10/08/2018, 16:52 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Kebakaran
Kapolrestabes Makassar, Kombes Irwan Anwar saat memberikan keterangan terkait perkembangan penyelidikan dan penyidikan kasus kebakaran tewaskan 1 keluarga di Mako Polrestabes, Jalan Ahmad Yani, Jumat (10/8). (Syahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pengungkapan insiden kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu, 166B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar tinggal menunggu waktu. 

Sejumlah kejanggalan yang ditemukan dalam proses penyelidikan hingga penyidikan masih dalam proses penanganan tim penyidik Polrestabes Makassar

Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar mengungkapkan dalam waktu dekat, pihaknya bakal merilis hasil pengungkapan yang menewaskan enam orang korban jiwa itu. 

"Kita tunggu hasil dari Laboratorium Forensik. Setelah Labfor memberikan hasilnya baru kita akan merilis semuanya," kata Irwan saat memberikan keterangan di Mako Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Jumat (10/8). 

Proses penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) pascainsiden kebakaran terjadi Senin (6/8) lalu, ditangani sepenuhnya oleh Labfor Mabes Polri, Cabang Makassar. 

Setelah tim Labfor telah resmi memberikan hasil penyelidikan guna mengungkap faktor utama kebakaran terjadi, pihaknya lanjut Irwan bakal melakukan ekspos. 

Informasi yang berhasil dihimpun, saat ini tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi dalam kasus itu. Irwan tak menampik hal tersebut. Namun ia masih enggan merinci siapa-siapa saja saksi yang telah diperiksa. 

"Inikan masih dalam proses, tersangka juga belum ada. Tunggu saja nanti kita umumkan intinya tunggu hasil dari Labfor," tegasnya. 

Enam orang korban masing-masing hangus terpanggang dalam kebakaran tersebut. Mereka adalah pasangan suami isteri Sanusi, 70, dan Bondeng, 65, anaknya Musdalifa, 30, Fahril, 24, dan Namira, 24, serta cucunya Hijas yang masih berusia 2,5 tahun.

Abdul Azis, 62, yang tak lain merupakan saudara korban Sanusi, dalam kesempatan sebelumnya mengatakan, penyebab kebakaran itu diduga bukan karena adanya arus pendek listrik, melainkan adanya unsur kesengajaan yang dilatarbelakangi hutang-piutang dari Fahri. 

Azis mengatakan pada Sabtu (4/8) pekan lalu, Fahri sempat berselisih dengan kawanan bermotor. Dia dipaksa untuk melunasi hutang sebanyak Rp 10 juta yang dipakai membeli narkotika jenis sabu. 

Masalah tersebut tak berhenti sampai di situ, kawanan geng motor kembali mendatangi rumah korban dengan membawa sejumlah senjata tajam dua jam sebelum insiden kebakaran itu terjadi.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up