JawaPos Radar

Belajar Budaya, 23 Siswa Sumbar Dikirim ke Sulsel

10/08/2018, 16:01 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Siswa Mengenal Nusantara
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno memasangkan jaket pelajar SMA yang akan mengikuti program SMN ke Sulawesi Selatan di aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (10/8). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 23 siswa di Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (SMN). Mereka akan dikirim ke Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mempelajari kebudayaan setempat.

"Besok, siswa asal Sumbar berangkat ke Sulsel. Yang di Sulsel akan berangkat ke Sumbar. Para siswa ini akan dikenalkan dengan budaya masing-masing," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat melepas keberangkatan puluhan siswa-siswi di aula Kantor Gubernur Sumbar, Kota Padang, Jumat (10/8).

SMN sendiri adalah program yang digagas Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan semboyan BUMN Hadir Untuk Negeri. Rangkaian kegiatan pertukaran siswa antar-provinsi adalah bentuk kepedulian BUMN terhadap pendidikan di nusantara. Dengan cara ini, mereka (siswa) bisa mengetahui detail tentang adat dan budaya suatu daerah yang dikunjungi.

"Indonesia itu luas. Punya adat beragam, perilaku berbeda, namun satu bangsa. Di Sulsel, Makasar indentik dengan suku Bugis yang mayoritas muslim. Sedangkan di Toraja lain lagi. Istilah kerennya, studi banding ini bagian dari pengayaan pengetahuan yang akan melahirkan rasa saling menghargai," jelasnya.

Irwan berpesan agar para siswa yang mendapat kesempatan berkunjung ke Sulsel, bisa mengambil manfaat besar dan kelak diterapkan dalam pendidikan. "Waktunya singkat, gunakan sebaik mungkin untuk meningkatkan wawasan," pesan Irwan.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin menambahkan, perusahaannya didaulat menangani menangani program SMN di Sumbar. PTBA sendiri memiliki area kerja di Kota Sawahlunto. Selain itu, SMN wilayah Sumbar juga ditangani PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Persero.

Tahun ini, Sumbar memberangkatkan sebanyak 23 siswa terpilih dari berbagai SMA/Sederajat. "Dari jumlah itu, tiga di antaranya adalah siswa berkebutuhan khusus. Yang terpilih adalah siswa terbaik dan sudah melewati serangkaian seleksi," papar Arviyan.

Selama pertukaran pelajar, yang paling mencolok dikenalkan pada para siswa adalah soal budaya dan adat istiadat daerah yang dikunjungi. "Tujuan dari program ini, siswa mampu menyadari dan mengetahui betapa beragamnya Indonesia," tuturnya.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up