JawaPos Radar

Pilpres 2019

Amien Rais: SBY 10 Tahun Memimpin Negeri Ini, Tidak Ada yang Negatif

10/08/2018, 15:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Amien Rais: SBY 10 Tahun Memimpin Negeri Ini, Tidak Ada yang Negatif
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya konsisten mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan cawapresnya Sandiaga S Uno, Jumat (10/8). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Demokrat resmi memberikan dukungannya kepada pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Setelah melewati pergulatan panjang, akhirnya partai yang dinakhodai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (AHY) itu luluh di tangan Prabowo.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais pun menyambut baik dukungan dari SBY. Pasalnya, dukungan dari Demokrat ini akan semakin memperkuat perjuangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres.

"Hari ini, (kami) berbahagia Pak SBY dalam satu barisan mendukung Pak Prabowo," ujar Amien Rais di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (10/8).

Amien Rais: SBY 10 Tahun Memimpin Negeri Ini, Tidak Ada yang Negatif
Amien Rais menyebut SBY adalah sosok panutan. Menurut Amien, selama dua periode menjabat sebagai Presiden, tidak ada catatan negatif yang ditorehkan SBY. (Hendra Eka/Jawa Pos)

‎"Jadi, ketika SBY memberikan kekuatan moral kepada Prabowo dan Sandiaga, insya Allah akan kami buktikan bahwa Prabowo dan Sandiaga insya Allah akan merangkul segenap elemen bangsa," tambahnya.

Amien juga mengatakan, SBY sudah menjadi sosok panutan bagi Indonesia karena pernah dua periode menjadi kepala negara. Sehingga menurutnya, langkah tepat jika SBY mendukung Prabowo dan Sandiaga Uno.

"Pak SBY adalah panutan kita, 10 tahun memimpin negeri ini, tidak ada yang negatif," katanya.

‎Amien melanjutkan, Prabowo dan Sandiaga Uno akan mewujudkan kesetaraan. Tidak ada lagi perbedaan antara minoritas dan mayoritas. Semua rakyat berhak mendapatkan kesejahteraan yang layak. Terlebih semua golongan akan dirangkulnya untuk memenangkan pasangan itu di Pilpres 2019.

"Tidak ada nanti cerita yang minoritas ‎dan mayoritas diperlakukan secara tidak merata. Semua anak bangsa terlepas dari agamanya, etnisnya, sukunya, asal usulnya, sama di depan mata Allah," pungkasnya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up