JawaPos Radar

Pilpres 2019, JK Pilih Jadi Penjaga Gawang Saja

10/08/2018, 08:13 WIB | Editor: Kuswandi
Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Juneka/ Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menjatuhkan pilihannya kepada Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah mengatakan, ‎saat Jokowi bertemu JK di ruang kerja Wapres, Kamis (9/8), mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sempat membicarakan kemungkinan JK menjadi ketua tim pemenangannya.

Namun dikatakan Husain, sikap JK lebih memilih fokus melaksanakan tugas pemerintahan yang akan diselesaikannya sampai 2019 mendatang.

"Bukannya menolak, tapi Pak JK memilih jadi penjaga gawang saja," ujar Husain dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Jumat (10/8).

Menurut Husain, JK punya pertimbangan lebih luas bagi kepentingan bangsa. Sehingga memilih tetap konsisten saja melaksanakan pemerintahan hingga akhir masa pemerintahan Jokowi-JK. Tanpa harus terlibat dalam kegiatan Pilpres.

Dengan demikian, pemerintahan akan tetap berjalan baik, terutama saat Jokowi cuti kampanye dan keperluan Pilpres lainnya yang padat dan menyita waktu kerja.

"Jadi peran Pak JK dalam membantu melaksanakan tugas- tugas kepresidenan selama Pilpres pun sangat dibutuhkan," katanya.

Pilihan JK tersebut semata untuk menjaga kesinambungan pelayanan dan memastikan tetap berjalannya roda pemerintahan selama tahapan Pilpres.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

Alasan Jokowi memilih Rais Aam PBNU itu karena dia adalah tokoh agama dengan segudang pengalamannya di pemerintahan dan juga sebagai anggota dewan.

Misalnya kata dia, Ma'ruf Amin pernah menjabat sebagai anggota DPRD, DPR, MPR, Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Bahkan saat ini dia dipercaya sebagai Rais Aam PBNU, Ketua MUI, dan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Jokowi mengatakan sosok dirinya dan Maruf Amin adalah perpaduan nasionalis dan religius. Sehingga target merebut hati rakyat Indonesia sebanyak-banyaknya bakal ia lakukan.

Dalam memilih Ma'ruf Amin dikatakan Jokowi sudah melalui proses yang panjang. Misalnya meminta masukan dari elemen masyarakat dan juga dari partai-partai koalisi pendukungnya di Pilpres 2019 mendatang‎.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up