JawaPos Radar

Kuliner Kreatif Bisnis yang Diperhitungkan di Indonesia

10/08/2018, 00:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Kuliner Kreatif Bisnis yang Diperhitungkan di Indonesia
Deputi Pemasaran Bekraf, Fahmi Akmal bersama Ketua Perkumpulan Food Startup Indonesia, Yustinus Agung di Medan, Kamis (9/8). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bisnis ekonomi kreatif terus bergeliat di Indonesia. Para pelaku bisnis terus mengembangkan ide agar usahanya semakin berkembang.

Pelebaran sayap usaha juga menjadi penentu yang sangat penting akan majunya bisnis kreatif. Dari beberapa sektor ekonomi kreatif, kuliner menjadi yang paling diperhitungkan.

Data penelitian Badan Pusat Statistik (BPS) untuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Subsektor kuliner telah menjadi kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Data BPS tahun 2016 menunjukkan, subsektor kuliner menyumbang, 41,4 persen. Pada tahun yang sama, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92 peraen menjadi $1.206,5 juta yang sebelumnya $1.179,0 Juta.

Dari data itu, sudah terlihat bahwa, sektor kuliner kreatif begitu tinggi perannya untuk peningkatan ekonomi. Bekraf pun akan tetap melakukan pengawalan terhadap peningkatan itu.

Untuk meningkatkan kembali, Bekraf menggelar KREATIFOOD 2018 di beberapa kota besar di Indonesia. Medan terpilih menjadi salah satu tempat acara itu. KREATIFOOD 2018 akan dibuka untuk pertama kali di Surabaya.

Di Medan, KREATIFOOD akan digelar di Manhattan Times Square mulai 10 hingga 12 Agustus 2018. Beberapa tenan dari luar sumatera akan ikut ambil bagian. Mereka akan memamerkan produk hasil ide kreatif.

"Kreatifood ini untuk mendongkrak ekonomi dan mendorong perusahaan kuliner baru, untuk mengembangkan usahanya. Mereka juga punya kesempatan untuk mendapatkan kanal permodalan dan distribusi," ujar Deputi Pemasaran Bekraf, Fahmi Akmal, Kamis (9/8).

Yang menarik dari Kreatifood 2018 adalah, keberanian untuk mengembangkan pemasaran produk di luar kota asalnya. Itu menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon peserta.

“Hal tersebut dimaksudkan untuk membuka kesempatan mempromosikan produknya kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Food Startup Indonesia, Yustinus Agung mengatakan, KREATIFOOD ingin menunjukkan kalau produk Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri.

"Ini upaya kami untuk menyadarkan kepada masyarakat bahwa produk lokal itu mammpu bersaing," katanya.

Dalam KREATIFOOD 2018, juga akan digelar kelas bagaimana memulai bisnis kuliner baru hingga pengembangan sayap usaha.

Untuk diketahui, sejak 2016 Bekraf sudah mengumpulkan banyak tenan kuliner kreatif. Tercatat, hingga saat ini ada 3 ribu pelaku kuliner kreatif yang sudah melewati tahap kurasi bekraf.

Melalui berbagai seleksi yang digelar, hanya beberapa yang lolos lewat program Food Startup. Seluruhnya adalah tenan yang berasal dari Indonesia. Kini, ada 250 kuliner kreatif yang tergabung dalam Perkumpulan Food Startup Indonesia.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up