JawaPos Radar

Super Overload, Penghuni Lapas Lowokwaru Terbanyak Se-Jatim

09/08/2018, 22:43 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Lapas Overload
ILUSTRASI: Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas I Malang menjadi lapas dengan jumlah penghuni terbanyak di Jawa Timur. (Zainal Arifin/Radar Bromo/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas I Malang menjadi lapas dengan jumlah penghuni terbanyak di Jawa Timur. Bahkan, jumlahnya mengalahkan Rutan Klas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo. Saat ini, jumlah napi ada sekitar 2.800 orang.

Kepala Lapas (Kalapas) Klas I Malang, Farid Junaedi mengatakan, saat ini jumlah penghuni lapas yang juga disebut Lapas Lowokwaru itu sudah paling tinggi untuk Jawa Timur, yakni sebanyak 2.800 orang. "Untuk Jatim, sudah paling tinggi. Sehingga perlu antisipasi," ujarnya pada JawaPos.com.

Bahkan, Farid menyampaikan jika jumlah tersebut melebihi penghuni yang ada di Medaeng, Sidoarjo. "Kalau Medaeng kan sebelumnya rutan. Setelah putus, kemudian (napi) dipindah-pindah," jelas pria yang sudah pernah bertugas di 11 Provinsi di Indonesia ini.

Kepala Lapas (Kalapas) Klas I Malang, Farid Junaedi.
Kepala Lapas (Kalapas) Klas I Malang, Farid Junaedi. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

Dia menerangkan, membludaknya jumlah penghuni lapas tersebut salah satunya dikarenakan banyaknya kiriman tahanan dari lapas lain. "Karena (Malang) Lapas klas 1, (akhirnya) dapat kiriman dari mana saja. Tidak bisa menolak," kata dia.

Lapas Lowokwaru sendiri terdapat 22 blok. Dimana satu bloknya berisi 300-400 orang. Sementara untuk satu kamar yang berukuran 4x8 meter, diisi oleh 40-50 orang.

Hal itu pun menimbulkan ketimpangan antara jumlah penghuni dengan jumlah petugas yang ada. Farid mengatakan, jumlah keseluruhan petugas keamanan saat ini sebanyak 224 orang. "Penjagaan ada empat regu, setiap regu ada 23 orang," ujarnya.

Dia mengungkapkan, lapas tersebut sebenarnya hanya memiliki kapasitas sebanyak 900 narapidana saja. Namun, kenyataannya justru berlebih. "Jadi tiga kali lipat (dari kapasitas seharusnya, red)," kata pria yang baru menjabat sebagai Kalapas Klas I Malang itu.

Pria yang sebelumnya bertugas di Sulawesi Barat itu menyampaikan, idealnya jumlah petugas keamanan yang sesuai standar operasional (SOP) yakni 1 banding 2. Artinya, satu narapidana dijaga oleh dua petugas keamanan.

"SOP polisi juga gitu. Satu tahanan dijaga dua orang. Jumlah petugas keamanan kami ini sebenarnya sudah mulai bertambah dari sebelumnya," jelasnya. Untuk mengcover hal itu, pihaknya juga memberdayakan elemen masyarakat dan keamanan.

Selain itu, untuk mengantisipasi jumlah napi yang terbilang overload tersebut, pihaknya juga memberdayakan pesantren di dalam lapas. Di dalam pesantren itu, kamar tahanan terlihat lebih lapang. Satu kamar, berisi sekitar 15 orang.

Namun, Farid menyampaikan jika untuk masuk pesantren juga harus melewati seleksi. Pasalnya, saat ini tidak sedikit napi yang ingin masuk pesantren itu. "Dulu hanya 200 (napi) saja, sekarang hampir 600. Padahal kapasitas pesantren hanya 300 orang saja. Oleh karena itu kami lakukan langkah assessment," pungkasnya

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up