JawaPos Radar

Soal Ma'ruf Jadi Cawapres Jokowi, Ganjar: Sosok yang Pas

09/08/2018, 21:45 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah saat berada di kediaman Ulama Karismatik sekaligus Budayawan KH Mustofa Bisri di Rembang, Kamis (9/8). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Gubernur Ganjar Pranowo mengaku terkejut dengan penetapan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang. Ia pun baru mengetahui hal itu saat dirinya tengah menyambangi kediaman Ulama Karismatik sekaligus Budayawan KH Mustofa Bisri di Rembang.

Ganjar mengaku baru mengetahui soal penetapan ini saat ditanya oleh Ulama yang akrab disapa Gus Mus itu. Sang Gubernur sendiri pada saat itu baru saja menyambangi kediaman KH Maemun Zubair.

"Tiba-tiba Gus Mus tadi keluar, Sampun maos berita mas? Dereng Gus. Lha pripun? Lha niki kok cawapres e Pak Ma'ruf Amin?" kata Ganjar mengulang perbincangan dengan Gus Mus, Kamis (9/8).

Jokowi-KH Ma'Ruf Amin
Gubernur Ganjar Pranowo mengaku terkejut dengan penetapan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang. (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Pria berambut putih itu pun mengaku juga kaget dengan penetapan Ketua MUI Pusat. "Terus cerita. Lha pripun? Kulo kaget. Kulo nggih kaget Gus. Lha kagete pripun GusNganu, mungkin pilihan e kudu niku," kata Ganjar lagi. 

Meski mengaku terkejut, Suami Siti Atiqoh itu menegaskan, dirinya sudah memprediksi hal ini. Lantaran, Presiden Jokowi sendiri sebelumnya sempat memberikan bocoran mengenai kandidat pendampingnya. "Kan dari dulu sudah diomongi dari dulu 3 M. Itu kan saya sudah tahu siapa saja," katanya.

Ganjar pribadi menilai dipilihnya KH Ma'ruf Amin sebagai suatu keputusan yang tepat. Menimbang perkembangan politik Tanah Air dimana menurutnya figur dengan tingkat pemahaman agama yang tinggi sangat diperlukan.

"Jadi ketika hari ini situasi eksternal sosial kapitalisasi agama dalam politik tinggi, maka saya kira butuh tokoh-tokoh agama dengan kapasitas yang tinggi. Sehingga bangsa ini jadi baik," terangnya. 

Padahal, beberapa hari terakhir, nama mantan Ketua MK Mahfud MD sempat santer diberitakan sebagai salah satu sosok yang paling potensial menjadi cawapres Jokowi. Ganjar yang mengklaim dekat dengan Mahfud pun bilang bahwa dirinya tetap di pihak Jokowi meski sahabatnya tidak dipilih.

"Tetep dukung Pak Jokowi? Sudah pasti. Kancane Pak Jokowi. Masak ditakonke maneh," tegasnya.

Politisi PDIP itu berpandangan, dengan berpasangan dengan pemuka agama, membuat langkah politik Jokowi semakin terarah. Untuk kemungkinan hasil yang diraih Jokowi di Jawa Tengah, Ganjar memaparkan pendapat pribadinya.

"InsyaAllah masyarakat Jawa Tengah akan melihat dua hal satu pengalaman Pak Jokowi, sebagai incumbent beliau melakukan hal yang konkrit. Maka secara teknokrasi politik beliau," katanya.

Di sisi lain, Ganjar turut menegaskan, bahwa masyarakat Jawa Tengah memiliki budaya paternalis. Atau ketaatan pada kiai dan orangtua.

"Maka Pak Ma'ruf pas. Maka beliau akan membagi, membagi nanti, urusan keragaman sosial Pak Ma'ruf pasti tahu. Dan Pak Ma'ruf kalau ngomong tenang, menyejukkan dan kalau ndalil ora ono seng ngalahke tak kira," kata Ganjar. 

Terlebih, sisi-sisi yang akan digunakan dalam sebuah diksi-diksi politik berkaitan dengan agama, menurut Ganjar, pasti akan mudah tersampaikan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai pendamping. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up