JawaPos Radar

Cara Ampuh Dorong Anak Gemar Konsumsi Sayuran Sehat, Dari Ahlinya

10/08/2018, 06:55 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Cara Ampuh Dorong Anak Gemar Konsumsi Sayuran Sehat, Dari Ahlinya
Ilustrasi: waktu tepat mengenalkan sayuran sebagai makanan pada anak baiknya dimulai sejak usia 6 bulan. (Pixabay)
Share this image

JawaPos.com - Konsumsi sayuran hijau membawa dampak yang baik untuk tumbuh kembang anak-anak. Untuk itu orang tua wajib membiasakan anak makan sayur saat mereka berumur satu tahun. Terlebih saat ini sayur dapat dikemas ke dalam berbagai olahan makanan yang menarik seperti smoothies.

Diungkapkan seorang ahli nutrisi, Dr. Rita Ramayulis, DCN. M.Kes. sebenarnya pengenalan sayur dimulai pada anak pada usia 6 bulan. Pada saat itu, sayuran bisa digabungkan dengan makanan lain pendamping ASI utama, misalnya dengan campuran nasi yang dibikin bubur.

“Sangat penting untuk memberikan sayuran semenjak bayi. Tapi ketika anak masuk usia 8 bulan dia butuh mengenal sayur secara single supaya paham rasa basa pada sayur. Jadi bisa kita siapkan makanan yang disebut finger food, seperti potongan wortel,” ungkapnya kepada JawaPos.com usai mengisi acara di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (9/8).

Cara Ampuh Dorong Anak Gemar Konsumsi Sayuran Sehat, Dari Ahlinya
Ahli nutrisi, Dr. Rita Ramayulis, DCN. M.Kes. (Muhammad Hafid/JawaPos.com)

Pengenalan sayuran tersebut, lanjut Rita sebaiknya dilakukan beberapa kali hingga sang anak mengenal rasa sayur. Menurutnya, pertama kali memang anak akan merasa tidak nyaman namun biarkan saja hingga kurun waktu empat bulan. Maka dijamin saat anak usia satu tahun telah mengenal sayur secara tunggal.

Perihal sayur yang ideal dikonsumsi anak di bawah usia satu tahun, Rita menyarankan untuk memberikan bahan yang mudah dicerna. Di antaranya, lima jenis sayur, yaitu daun bayam, labu siam, tomat tanpa kulit, buncis muda dan wortel. Setelah anak mulai bisa mengenal lima sayuran ini, secara bertahap orang tua akan mudah memberikan asupan sayuran jenis apapun.

“Cara lain untuk mengemas sayuran buat si kecil yang nggak suka sayur adalah dengan cara di jus. Karena lebih praktis dan menyiasati anak yang sudah terlanjur tidak bisa mengenal rasa sayur. Sambil orangtua memberi contoh, sugesti positif terhadap sayur, menceritakan hal baik tentang sayur,” lanjutnya.

Selain sayur, Rita menambahkan orang tua juga bisa mengimbanginya dengan asupan buah segar. Namun, harus diperhatikan jumlahnya sebab buah memiliki kadar glukosa tinggi. Sehingga, konsumsi dengan porsi berlebihan tidak menyebabkan kadar glukosa darah pada anak meningkat.

“Kemudian, komponen mikronutriennya sangat berbeda. Kalau sayur lebih dominan magnesium, untuk sistem syaraf anak. Pada buah bukan magnesium tapi vitamin C nya atau kaliumnya. Artinya, kandungan berbeda jadi harus saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing,” tandasnya.

(fid/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up