JawaPos Radar

Pendonor Terbanyak di Solo

Menginjak 64 Tahun, Ezy Sudah Donasikan Darahnya Sebanyak 165 Kali

09/08/2018, 19:51 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pendonor Terbanyak di Solo
TERBANYAK: Ezy Sukarno menunjukkan kartu saat akan mendonorkan darahnya di PMI Solo. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Namanya Ezy Sukarno. Ia tinggal di Karangasem, RT 4 RW 9, Laweyan Solo. Selama ini, Ezy begitu ia akrab disapa tinggal bersama istrinya, Ermi Suwarti. Kini usia Ezy sudah 64 tahun. Pun begitu, dirinya masih tetap aktif untuk mendonorkan darahnya. Bahkan sampai saat ini, terhitung sudah 165 kali dia mendonorkan darahnya. 

Dia mulai mendonorkan darah pertama kali saat tinggal di Bandung, sekira tahun 80-an. Waktu itu, Ezy mendengar siaran radio dan mengetahui banyak terjadi kecelakaan. Akibatnya, banyak yang membutuhkan darah karena harus menjalani operasi.

"Saya pun tergerak dan datang ke Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendonorkan darah saya," terang Ezy saat berbincang dengan JawaPos.com, Kamis (9/8). 

Sejak saat itulah, Ezy mulai 'kecanduan' untuk mendonorkan darahnya. Setiap tiga bulan sekali, kakek dengan golongan darah A tersebut rutin datang ke PMI untuk melakukan donor darah.

Bahkan semenjak ia pindah ke Solo, kegemarannya untuk donor darah tidak hilang. Ada banyak hal yang didapatkan oleh Ezy hingga dirinya begitu bersemangat saat mendonorkan darah. Pertama, Ezy mengaku dirinya merasa lebih sehat setelah berdonor darah.

"Selain itu, dengan donor darah kita bisa menolong orang lain yang membutuhkan darah kita," ungkapnya. 

Ezy mengatakan, dirinya pernah dalam sekali melakukan donor darah diambil dua kantong. Hal ini dilakukan karena saat itu ada dua pasien demam berdarah yang membutuhkan darah golongan A. Sementara, darah yang tersedia di PMI sudah tidak ada.

"Waktu itu saya ditanya dokter mengenai berat badan saya, saya jawab 64 kilogram. Dan diperbolehkan untuk donor dua kantong sekaligus. Saya cuma minta teh manis," ungkapnya. 

Dengan aksi donor darah yang dilakukannya sejak tahun 80-an, sudah cukup banyak darah yang Ezy berikan. Bahkan sampai dengan saat ini, tercatat Ezy sudah 165 kali mendonorkan darah.

Jumlah tersebut terhitung sangat banyak. Maka tidak heran jika Ezy tercatat sebagai pendonor darah terbanyak di Kota Solo. Selain itu, Ezy juga banyak menerima penghargaan. Mulai dari piagam Satya Lencana Sosial dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2011 hingga sebuah cincin emas seberat empat gram berlogo palang merah. 

"Kalau saya soal penghargaan bukan yang utama, tetapi saya ingin membantu mereka yang membutuhkannya," ucapnya. Saat ini usia Ezy sudah 64 tahun, meski begitu dirinya masih diperbolehkan untuk melakukan donor darah.

Dirinya pun mengaku, akan tetap mendonorkan darahnya sampai dokter melarangnya. "Di usia saya ini saya masih berani makan ampela ati, dan dokter masih mengizinkan saya untuk donor. Semua sudah dicek dan saya masih sehat," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris PMI Solo, Sumartono mengatakan, bahwa Ezy memang menjadi salah satu pendonor darah terbanyak di Kota Solo. "Iya Pak Ezy ini pendonor terbanyak di Solo," ungkapnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up