JawaPos Radar

Puluhan Sopir Angkot di Tuban Gelar Aksi Tolak Ojol dan Angling

09/08/2018, 19:40 WIB | Editor: Budi Warsito
Puluhan Sopir Angkot di Tuban Gelar Aksi Tolak Ojol dan Angling
Puluhan sopir angkutan kota (angkot) Kabupaten Tuban saat melakukan aksi damai di depan Kantor Pemkab dan DPRD Tuban, Kamis (9/8). (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Keberadaan ojek online (ojol) dan angkutan lingkungan Bajaj Angling di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim) dipersoalkan puluhan sopir angkutan kota (angkot). Hal itu disampaikan Paguyuban Pengemudi dan Pemilik Angkot Lin A, B dan C melalui aksi damai di depan Kantor Pemkab dan DPRD Tuban, Kamis (9/8).

Puluhan peserta aksi menolak beroprasinya ojol serta Bajaj Angling di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Mereka merasa dirugikan sejak adanya angkutan itu, karena penumpang mulai meninggalkan angkot tersebut.

Sekretaris Paguyuban Pengemudi dan Pemilik Angkot, Muhammad Ikhsan Hadi mengatakan, Pemkab Tuban harus segera membuat kebijakan terkait pelarangan ojol yang dinilai tidak memberikan kontribusi terhadap Pemkab. Selain itu, juga harus membuat ketegasan terkait batasan-batasan beroprasinya Angling.

Puluhan Sopir Angkot di Tuban Gelar Aksi Tolak Ojol dan Angling
Puluhan sopir angkutan kota (angkot) Kabupaten Tuban saat melakukan aksi damai di depan Kantor Pemkab dan DPRD Tuban, Kamis (9/8). (Yudi Handoyo/JawaPos.com)

"Ini sebagai bentuk keprihatinan kita terkait adanya ojol dan angling. Imbas yang kita rasakan secara langsung, mengurangi jumlah penumpang kami," kata Hadi, panggilan akrab Muhammad Ikhsan Hadi, Kamis (9/8).

Dalam aksi itu, pihaknya menyampaikan lima tuntutan, di antaranya, agar ojol tidak beroprasi di Kabupaten Tuban. Karena bisa merebut penumpang angkot yang telah lama beroperasi. "Kami menuntut agar ojol dilarang beroprasi di Tuban. Karena kota ini wilayahnya kecil, maka akan saling berebut penumpang," tambah Hadi.

Para pendemo juga menuntut, agar kendaraan Bajaj Angling dibatasi rutenya. Baik rute perjalanan, jam oprasional maupun armadanya. Mereka menginginkan, agar Bajaj Angling jangan sampai melintasi trayek angkot. "Kami minta ojol dilarang di Tuban dan Angling tidak mengambil penumpang di jalur trayek angkot," jelasnya.

Kemudian, pelajar harus kembali menjadi penumpang angkot, sehingga perlu adanya kebijakan dari Pemkab supaya para pelajar mendapatkan angkutan gratis dengan biaya disubsidi dari Pemkab. Dengan itu, pelajar akan kembali menjadi pelanggan penumpang angkot.

Lebih lanjut, mereka juga menuntut peremajaan kendaraan angkot, sehingga kondisi kendaraan harus prima dan sehat. Terkhir, paguyuban pengemudi dan pemilik angkot menuntut kesejahteraan pengemudi angkot itu sendiri.

"Semoga lima tuntutan itu bisa terwujud dan bisa diwujudkan Pemkab Tuban dengan kebijakan-kebijakan yang lebih baik dan mendukung angkot agar tetap berjaya dan aksis," pungkasnya.

Usai melakukan aspirasinya, massa aksi damai bertemu dengan Asisten Pemerintahan, Joko Suwarno dan Kadishub Tuban, Muji Slamet serta pihak Kepolisian untuk bermediasi bersama.

"Aspirasi mereka sudah kami terima dan akan dikaji sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semua mencari solusi yang terbaik, agar angkutan mereka berjalan dan angkutan yang lain juga berjalan," kata Joko.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Miyadi berjanji akan segera menyelesaikan polemik tersebut. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan perwakilan paguyuban dan dinas terkait untuk mencarikan solusinya.

"Saat ini belum bisa kita putuskan, Mudah-mudahan secepatnya bisa terselesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku," jelasnya.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up