JawaPos Radar

Ini Profil Ma'ruf Amin, Cawapres yang Dipilih Jokowi

09/08/2018, 19:27 WIB | Editor: Kuswandi
Maruf Amin
Ilustrasi: Jokowi-Maruf Amin (Koko/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin telah resmi ditunjuk sebagai calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi). Setelah menjalani proses yang begitu panjang, akhirnya formasi koalisi pemerintah telah terbentuk.

Ma'ruf sendiri bukan pemain baru dalam kancah politik tanah air. Sejumlah jabatan birokrasi pernah didudukinya. Selain itu, sosoknya juga kental dengan latar belakang Islam.

Seperti dilansir dari Wikipedia, kiprah Ma'ruf dalam kancah politik dimulai pada 1971. Kala itu pada usia 28 tahun dia berhasil masuk dalam jajaran legislatif DKI Jakarta.

Pilpres
Ilustrasi: Pilpres 2019 (Koko/JawaPos.com)

Selama menjadi legislator di ibu kota, Ma'ruf beberapa kali menduduki posisi strategis, di antaranya Ketua Fraksi Golongan Islam, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Pimpinan Komisi A DPRD DKI Jakarta.

Setelah kenyang duduk di legislator DKI Jakarta, pria kelahiran Tangerang, 75 tahun silam itu naik kelas. Kala itu dia menyeberang partai dari PPP ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Keputusannya itu berhasil mengantarkannya menjadi Ketua Komisi VI DPR RI. Dilanjut dengan menjadi Anggota MPR RI.

Tidak berhenti di situ, karir politik Ma'ruf masih bergulir. Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dirinya ditunjuk menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ia menjabat sejak 2007 dan berakhir pada 2014.

Dari sisi keagamaan sendiri, Ma'ruf sejak kecil sudah kental dengan ajaran Islam. Bahkan silsilah keluarganya juga merupakan pemuka agama. Ayahnya misalnya, KH Mohamad Amin merupakan ulama besar, muridnya saja tersebar di seluruh penjuru Provinsi Banten.

Pada masa sekolah dasar, ayah delapan anak itu sudah mulai belajar ilmu agama dengan mengenyam pendidikan di pondok pesantren Citangkil, Banten. Lulus dari situ Ma'ruf merantau ke Jawa Timur untuk belajar di Pesantren Tebu Ireng. Kemudian dia besar di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, hingga meraih gelar profesor di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dalam organisasi keislaman, Ma'ruf telah malang melintang di berbagai jabatan. Seperti menjadi Penasihat Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU), Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dia juga pernah menjadi Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat, Anggota BAZIS DKI Jakarta, Anggota Koordinator Da’wah (KODI) DKI Jakarta, hingga puncaknya pada 2015 lalu ia diangkat menjadi Ketua Umum MUI, dan Ra'is Aam PBNU masa bakti 2015-2020.

Dengan segudang pengalamannya ini baik dari sisi politik maupun keagamaan, Ma'ruf tentu memiliki daya tawar sendiri hingga ditunjuk Jokowi menjadi Cawapres. Petahana tentu berharap dengan hadirnya ulama itu, dapat menambah peluang kemenangannya di Pilpres 2019.

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up