JawaPos Radar

Cabuli Anak di Bawah Umur, Tiga Warga Malaysia Divonis 5 Bulan Penjara

09/08/2018, 18:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Cabuli Anak di Bawah Umur, Tiga Warga Malaysia Divonis 5 Bulan Penjara
Ilustrasi pencabulan anak dibawah umur (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tiga warga negara Malaysia divonis lima bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Riau. Mereka terbukti bersalah telah melakukan tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Ketiga warga Malaysia itu adalah Ravit P Veloo alas Ravi, Sivakumar Yagamburam alias Kumar, dan Sagunam Maniam alias Sagunam. Mereka dijerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak.

Selain ketiga laki-laki asal Malaysia, ada juga seorang perempuan bernama Deli yang terbukti sebagai muncikari. Ia dihukum selama 8 bulan penjara karena terbukti melakukan eksploitasi terhadap anak.

Mereka semua divonis oleh majelis hakim yang diketuai Hakim Bambang Myanto, Senin (6/8) lalu. Hukuman untuk ketiga WN Malaysia sama dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sedangkan hukuman yang diberikan hakim kepada Deli lebih ringan dua bulan dari tuntutan, yaitu satu tahun penjara.

"Benar, tiga pelaku cabul sudah divonis lima bulan penjara dan muncikarinya delapan bulan penjara," kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Bambang Heri Purwanto, Kamis (9/8).

Selain hukuman penjara, para terdakwa juga diwajibkan membayar dengan sebesar Rp 5 juta subsider dua bulan kurungan. "Mereka dijerat dengan Pasal 88 Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 200 juta," jelasnya.

Dijelaskan Bambang, dalam pasal yang menjerat para terdakwa, tidak dicantumkan ancaman hukuman minimal. Sehingga, tuntutan rendah yang diajukan JPU tidak menyalahi aturan. "Kalau hakim juga memutuskan sama dengan tuntutan artinya hakim sependapat dengan kita," jelasnya.

Dijelaskannya, rendahnya tuntutan itu tentu ada alasannya. Itu dikarenakan ketiga terdakwa tidak mengetahui jika tiga korban yang mereka pesan dengan Deli untuk memuaskan nafsu birahi mereka adalah anak di bawah umur.

"Dia (terdakwa) hanya 'membeli'. Kan dia bayar. Jadi tidak mengetahui dia itu anak di bawah umur. Itulah yang jadi pertimbangan kita," sebut dia.

Apalagi lanjut Bambang, ketiga korban memang diyakini berprofesi sebagai pemuas nafsu. Sebab, ada campur tangan muncikari dalam pekerjaan mereka. "Dengan adanya muncikari ini, diyakini kerjanya memang itu," ucapnya.

Untuk diketahui, pencabulan dan pengeksplotasian terhadap anak di bawah umur ini terungkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru pada Sabtu (10/3) lalu. Saat itu, polisi mendapatkan informasi adanya anak di bawah umur yang dijadikan sebagai pemuas nafsu lelaki di Hotel Grand Elite, Jalan Riau, Pekanbaru, Riau.

Salah satunya korbannya adalah V, 16. Ketiga pelaku diciduk polisi bersama korban di tiga kamar yang berbeda di hotel tersebut. Saat itu mereka akan melakukan hubungan layaknya suami istri.

(ce1/ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up