JawaPos Radar

Investasi Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Batam

09/08/2018, 17:36 WIB | Editor: Budi Warsito
Investasi Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Batam
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo (kanan). (Bobi/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi Batam sangat bergantung pada investasi. Ini terlihat jelas, dimana pada semester satu 2018 lalu dorongan pertumbuhan ekonomi di angka 4,51 persen disumbangkan oleh pertumbuhan investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto-PMTB) sebesar 7,68 persen. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Kamis (9/8).

Lukita melanjutkan, besarnya peran investasi ini, menjadi tantangan tersendiri untuk Batam. "Khususnya BP Batam yang memang memiliki tugas untuk menghadirkan investasi sebanyak-banyaknya ke Batam," kata Lukita,dalam acara Sosialisasi Pedoman Kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Polri di Swiss Belhotel Harbourbay, Batam, pada Kamis (9/8).

BP Batam sebagai institusi strategis, tidak bisa sendiri dalam menjamin kemudahan investasi. Sehingga, Lukita mengharapkan dukungan dari semua pihak termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Batam untuk bersama-sama menghadirkan faktor-faktor hadirnya investasi di Batam.

"Kepastian hukum dan keamanan investor menjadi faktor penting untuk menarik minat investasi ke Batam. Saat ini upaya menghadirkan kepastian hukum bagi investor di Batam terus diupayakan," ujar Lukita.

"Beberapa kemudahan dan terobosan juga dilakukan untuk memberikan kemudahan layanan kepada investor," imbuh Lukita.

Sementara pada sektor keamanan lanjutnya, hadirnya Polri cukup memberi jaminan dan poin tambahan untuk investor. Lukita berharap, peran Polri ini bisa membawa peningkatan pada nilai investasi di Batam.

Hingga Juni 2018, rencana investasi di Batam senilai $391.835.900. Sementara realisasi investasi tertinggi, berada di sektor indutri logam mesin dan elektronik sebesar 80 persen. "Sedangkan industri lain seperti industri karet, konstruksi, perdagangan dan reparasi berada di angka kurang dari delapan persen," tandasnya.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up