JawaPos Radar

Dinsos Sebut Tiga Investor Tertarik Ambil Alih Sunan Kuning

09/08/2018, 17:20 WIB | Editor: Budi Warsito
Dinsos Sebut Tiga Investor Tertarik Ambil Alih Sunan Kuning
Penutupan Sunan Kuning sendiri sebagaimana ditegaskan Hendi sesuai dengan keputusan Pemerintah era Presiden Joko Widodo. Berbagai pembahasan pun telah dilakukan untuk menutup kawasan itu. (Frizal/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Dinas Sosial Kota Semarang menyatakan, sudah terdapat tiga investor yang berminat mengambilalih lokalisasi Sunan Kuning. Mereka telah memasuki proses penjajakan pengambilalihan lahan.

Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Semarang, Tri Waluyo mengungkapkan, tiga investor tadi sudah beberapa kali melobi pihaknya. Itu dilakukan, agar dimudahkan dalam mengelola lahan di pusat lokalisasi terbesar di Kota Lunpia tersebut.

"Investor yang berminat, satu merupakan investor yang bergerak di bidang UMKM, satunya lagi investor berbasis pendidikan. Satu lagi saya lupa," kata Tri saat dijumpai di Hotel Grasia Gajahmungkur, Kamis (9/8).

Ketiga investor itu, menurut Tri, dikenal sebagai pemain lokal di Semarang. Meski demikian, dirinya masih enggan membocorkan nama-nama investor yang dimaksud. Yang jelas, ia mengklaim bahwa, pihaknya tengah melakukan upaya lobi ke pihak-pihak terkait. Termasuk pengelola Resos Argorejo dan warga setempat untuk menyetujui pengambilalihan lahan tersebut.

Tri pun menegaskan bahwa segala bisnis lokalisasi di Sunan Kuning selama ini berdiri diatas lahan negara. "Itu lahan negara. Maka dari itu, ketika pemerintah memerintahkan penutupan, semuanya harus patuh," ungkapnya.

Untuk nasib para wanita tuna susila di sana, kata Tri, mayoritas berasal dari luar kota. Mereka rencananya akan dikembalikan ke kampung halamannya. Kabar baiknya, bagi yang berasal dari wilayah Kendal, Ambarawa dan Ungaran, akan diizinkan menetap di Sunan Kuning. Dengan catatan, bersedia bekerja sebagai pegawai pada salah satu investor tersebut.

"Makanya, kita tetap berupaya membekali mereka dengan pelatihan-pelatihan usaha. Seperti membuat roti, menjahit, berdagang makanan dan kewirausahaan lainnya," sergahnya.

Terkait jadwal eksekusi penutupan lokalisasi, ia menyerahkan seluruhnya kepada Wali Kota setempat Hendrar Prihadi. Apakah dilakukan tahun ini atau 2019 besok, menurutnya keputusan ada di tangan pria yang kerap disapa Hendi tersebut.

Sementara, Ketua Resos Argorejo, Suwandi Eko Putranto berharap, agar Dinsos bijak dalam mengambil keputusan. Pasalnya, ia menyebut masih banyak mucikari di sana yang belum memiliki modal pascapenutupan tempat itu nanti.

Ia juga memiliki pendapat sendiri terkait pemulangan wanita tuna susila di sana yang jumlahnya menurutnya mencapai hampir 500 orang. Yakni, dengan bertahap tiap tahunnya 100 orang. "Dengan begitu, mental mereka jadi lebih siap. Tidak terombang-ambing dengan kebijakan yang tidak jelas," jelasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up