JawaPos Radar

Bentrok Suporter di Bantul, Kepolisian: Kami Tidak Kecolongan

09/08/2018, 18:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bentrok Suporter
RILIS: Konferensi pers di Polres Bantul pada Kamis (9/8), terkait bentrok suporter PSIM melawan PSS. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Polres Bantul menilai kasus bentrokan suporter yang mengakibatkan 1 nyawa melayang bukan karena petugas keamanan yang kecolongan. Namun lebih pada tindakan oknum pelaku yang melakukan pengeroyokan secara spontan.

Waka Polres Bantul, Kompol Mariska Fendi Susanto mengatakan, peristiwa itu terjadi usai laga. Sekitar pukul 17.30 WIB pada Kamis (26/7) lalu di sisi timur Stadion Sultan Agung Bantul. "Pengamanan kami tidak kecolongan, tapi ini oknum," katanya saat jumpa pers di kantornya Kamis (9/8).

Ia juga mengatakan, kronologis dari pengeroyokan yang menyebabkan 1 nyawa melayang itu lantaran para pelaku memang sengaja melakukan sweeping terhadap suporter kubu lawan yang nekad datang ke Stadion di luar kuota yang telah ditentukan.

Bentrok Suporter
Dalam perkembangannya, pihak kepolisiantelah menetapkan 6 orang tersangka terkait kasus pengeroyokan suporter bola tersebut. (dok.JawaPos.com)

"Para pelaku ini melakukan sweeping, ada beberapa titik terjadi pengeroyokan. Tapi hanya 1 titik itu yang menyebabkan korban meninggal dunia," katanya.

Mereka mengeroyok korban atas nama Muhammad Iqbal Setyawan, 16 warga Dusun Balong, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Karena di handphone milik korban didapati ada stiker tim PSS. "Diduga merupakan pendukung kubu tim lain, karena stiker itu," katanya.

Selama jalannya laga antara PSIM Jogjakarta melawan PSS Sleman itupun, menurutnya juga cukup terkendali. Meski ada beberapa kali insiden berupa lemparan botol mineral.

Dalam perkembangannya, pihaknya saat ini juga telah menetapkan 6 orang tersangka. Mereka yaitu MTS, 21, warga asal Kudusan, RT 4, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Bantul. Kemudian RA, 22, dari Dusun Mutihan, RT 3/17, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan.

Selanjutnya, atas inisial FDK, 22, warga Cokroyudan, RT 40/9, Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kota Jogjakarta. Serta HAT, 22, dari Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogjakarta. Kemudian LGF, 21, warga asal Bangunharjo, Sewon, Bantul. Serta inisial WTP, 19, asal Banguntapan, Bantul.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up