JawaPos Radar

31 WN Bangladesh Segera Dideportasi

09/08/2018, 17:07 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
WN Bangladesh
31 WN Bangladesh diamankan TNI AL di Dumai, Sabtu (28/7) lalu. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Riau, segera mendeportasi 31 Warga Negara (WN) Bangladesh. Pemulangan mereka akan dilakukan setelah ada keputusan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Bangladesh.

Kepala Rudenim Pekanbaru Junior Galingging mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kedubes Bangladesh di Jakarta. "Kami sudah berkoodinasi dengan Kedubes Bangladesh, memberitahukan bahwa ada warga negara mereka di sini," kata Galingging, Kamis (9/8).

Adapun 31 WN Bangladesh baru saja dipindahkan ke Rudenim Pekanbaru pada Senin (6/8) lalu. Sebelumnya, mereka ditempatkan di Kantor Imigrasi Dumai setelah diamankan TNI Angkatan Laut akhir Juli lalu.

"Mereka sudah diperiksa Imigrasi Dumai. Pengakuannya, mereka datang ke Indonesia tujuan berkunjung. Tetapi dalam perjalanan, mereka mencoba meninggalkan Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi," sebutnya.

Diketahui, WN Bangladesh berangkat dari ibu kota negaranya, Dhaka. Kemudian tiba di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya ke Jakarta sekitar 20 Juli lalu dan berkeliling hingga tiba di Dumai. Mereka diamankan di Dumai pada 28 Juli.

Diduga, tujuan para WN Bangladesh yang terdiri dari 30 laki-laki dan seorang perempuan itu melewati Dumai untuk pergi bekerja ke Malaysia secara ilegal. "Pengakuan mereka ada pihak ketiga (penampung). Tapi saat diamankan tidak ditemukan," ungkap Galingging.

Hasil pemeriksaan, 31 WN Bangladesh memiliki paspor yang masih berlaku hingga 2023. Artinya, paspor tersebut baru saja dibuat tahun ini. "Paspornya baru saat kami cek. Juga ada cap dari Imigrasi Indonesia. Artinya, mereka baru sekali masuk ke sini," jelas Galingging.

Masih berdasarkan pemeriksaan, 11 WN Bangladesh memiliki tiket pesawat untuk kembali ke negara asal. Sedangkan 11 orang lainnya memiliki tiket kadaluwarsa. Sisanya, 9 orang tidak memiliki tiket kembali.

"Untuk itu, kami beri tahu kepada Kedubes mereka. Selain itu, kami sudah komunikasi dengan airline agar tiketnya bisa digunakan untuk kembali ke negaranya. Persoalannya, tiket ke Jakarta tidak ada. Makanya kami beri tahu kepada dutanya untuk memfasilitasi," tutup Galingging.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up