JawaPos Radar

Babak Baru, Tiga Investor Berminat Ambil Alih Lokalisasi Sunan Kuning

09/08/2018, 17:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Sunan Kuning
ILUSTRASI: Dinas Sosial Kota Semarang menyatakan sudah terdapat tiga investor yang berminat mengambilalih lokalisasi Sunan Kuning. (Frizal/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Dinas Sosial Kota Semarang menyatakan sudah terdapat tiga investor yang berminat mengambilalih lokalisasi Sunan Kuning. Mereka telah memasuki proses penjajakan pengambilalihan lahan.

Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Semarang, Tri Waluyo mengatakan, tiga investor tadi sudah beberapa kali melobi agar dimudahkan dalam mengelola lahan di pusat lokalisasi terbesar di Kota Lunpia tersebut.

"Investor yang berminat, satu merupakan investor yang bergerak di bidang UMKM, satunya lagi investor berbasis pendidikan. Satu lagi saya lupa," kata Tri saat dijumpai di Hotel Grasia Gajahmungkur, Kamis (9/8).

Ketiga investor itu, menurut Tri, dikenal sebagai pemain lokal di Semarang. Meski demikian, dirinya masih enggan membocorkan nama-nama investor yang dimaksud. Yang jelas, ia menklaim bahwa pihaknya tengah melakukan upaya lobi ke pihak-pihak terkait. Termasuk pengelola Resos Argorejo dan warga setempat untuk menyetujui pengambilalihan lahan tersebut.

Tri pun menegaskan bahwa segala bisnis lokalisasi di Sunan Kuning itu memang harus disudahi. "Di undang-undang dasar hukum itu sudah jelas. Ada melarang prostitusi, pelacuran, itu kan ada perdagangan orang juga. Anak-anak juga ada di situ," terangnya.

Untuk nasib para wanita tuna susila di sana, kata Tri, mayoritas berasal dari luar kota.  Mereka rencananya akan dikembalikan ke kampung halamannya. Kabar baiknya, bagi yang berasal dari wilayah Kendal, Ambarawa, dan Ungaran, akan diizinkan menetap di Sunan Kuning. Dengan catatan, bersedia bekerja sebagai pegawai pada salah satu investor tersebut.

"Makanya, kita tetap berupaya membekali mereka dengan pelatihan-pelatihan usaha. Seperti membuat roti, menjahit, berdagang makanan, dan kewirausahaan lainnya," sergahnya.

Terkait jadwal eksekusi penutupan lokalisasi, ia menyerahkan seluruhnya kepada Wali Kota setempat Hendrar Prihadi. Apakah dilakukan tahun ini atau 2019 besok, menurutnya keputusan ada di tangan pria yang kerap disapa Hendi tersebut.

Sementara, Ketua Resos Argorejo Suwandi Eko Putranto berharap agar Dinsos bijak dalam mengambil keputusan. Pasalnya, ia menyebut masih banyak mucikari di sana yang belum memiliki modal pascapenutupan tempat itu nanti.

Ia juga memiliki pendapat sendiri terkait pemulangan wanita tuna susila di sana yang jumlahnya menurutnya mencapai hampir 500 orang. Yakni, dengan bertahap tiap tahunnya 100 orang. "Dengan begitu, mental mereka jadi lebih siap. Tidak terombang-ambing dengan kebijakan yang tidak jelas," jelasnya. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up