JawaPos Radar

Kereta Pengangkut Limbah Resmi Beroperasi

09/08/2018, 15:30 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kereta Limbah
Peresmian kereta limbah di Stasiun Kalimas, Surabaya, Kamis (9/8). (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - PT Kereta Api Logistik (KALOG) meresmikan kereta pengangkut limbah. Kereta berangkat dari Stasiun Kalimas, Surabaya, Semarang, Gunung Putri di Jakarta, hingga ke Stasiun Nambo, Bogor.

Plt Direktur Utama KALOG Junaidi Nasution mengatakan, kereta pengangkut limbah berangkat dari Stasiun Kalimas tiap pukul 10.00 WIB. Ada 10 gerbong yang berangkat 2 kali dalam seminggu.

"Sepanjang operasional, akan kami evaluasi terus. Kalau hasilnya bagus, akan kami tambah kapasitas atau volumenya," kata Junaidi di Stasiun Kalimas, Surabaya, Kamis (9/8).

Kereta Limbah
Plt Direktur Utama KALOG Junaidi Nasution meresmikan kereta pengangkut limbah. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Gerbong-gerbong itu mengangkut 20 kontainer limbah. Muatannya adalah limbah jenis B3. "Supaya tidak terlalu berdampak pada lingkungan," tukas Junaidi.

Sepanjang perjalanan, gerbong kereta dilengkapi dengan GPS. Dengan demikian, perusahaan pengolahan sampah dan pihak stasiun dapat memantau posisi kereta dan kondisi sampahnya. "Sementara ini yang kami pantau itu 20 hingga 40 konteiner. Selanjutnya akan kami perbanyak GPS-nya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Pengangkutan dan Pengolahan Lombah B3 Kementerian Lingkungan Hidup Purwanto Ayubi mengatakan, pihaknya sudah memastikan limbah yang diangkut aman. Karena selain sesuai dengan SOP bongkar muat dan pengemasan, kereta juga punya trek sendiri.

"Jadi kami harap pengangkutan pengiriman lebih cepat. Hanya memakan waktu 15 hingga 16 jam saja. Ketimbang jika diangkut dengan truk yang dapat memakan waktu hingga 3 hari," papar Purwanto.

Semua limbah tersebut berasal dari industri. Mengingat limbah di Jawa Timur (Jatim) khususnya Surabaya, didominasi dengan sisa industri. "Karena memang banyak industri manufaktur. Mungkin akan berkembang banyak industri pengolahan limbah," terang Purwanto.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up