JawaPos Radar

Barikade Gus Dur: Kok Nggak Kapok Dikibuli Muhaimin

09/08/2018, 14:26 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Ahmad Arizal
Ketua Barisan Kader (Barikade) Gus Dur Jawa Timur (Jatim) Ahmad Arizal. (Moh Mukit/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Manuver politik elite Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menuai berbagai kecaman. Banyak pihak yang menganggap sikap PBNU terlalu politis dan melanggar Khittah NU.

Salah satu yang cukup kontroversial adalah tidak diakuinya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai kader NU. Padahal, tokoh yang digadang-gadang mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu merupakan kader tulen NU. Bahkan, Mahfud MD sempat menjadi pengurus di Badan Otonom (Banom) NU.

Ketua Barisan Kader (Barikade) Gus Dur Jawa Timur (Jatim) Ahmad Arizal berpendapat, sikap PBNU tidak lepas dari tekanan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Dia sangat menyayangkan ormas Islam terbesar di Indonesia dikendalikan Muhaimin.

"Kok nggak kapok-kapoknya ya kiai struktural kami ini, kiai khos kami, kiai yang terpandang mau dikibuli Muhaimin," kata Arizal kepada JawaPos.com, Kamis (9/8).

Selama ini, PKB dianggap sudah terlalu masuk dan terus menyeret NU demi kepentingan organisasi. Arizal dengan tegas meminta Muhaimin agar tidak lagi memanfaatkan NU. Sebab NU milik umat dan milik semua partai politik.

"PKB khususnya, ini terlalu ngatur-ngatur NU. Ayolah, jangan kemudian NU diseret-seret kepada urusan politik. Di NU ini bukan hanya PKB, tapi semua partai politik," imbuh Arizaal.

Mantan Sekretaris Lembaga Takmir Masjid (LTM) PWNU Jatim ini menyarankan, para elite PBNU belajar dari fakta politik saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Pasangan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno yang diklaim didukung mayoritas struktural NU, akhirnya kalah dari Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak yang hanya didukung kiai kultural NU atau kiai kampung.

"Sudah tahu Pilgub Jatim, nyatanya kiai kampung yang menang. Bukan kiai yang struktural. Apakah kiai-kiai mau malu lagi?" pungkas Arizal.

(ce1/mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up