JawaPos Radar

Bahas UMi: Luhut, Sri Mulyani, dan Ketum PBNU Rapat di Kantor Maritim

09/08/2018, 13:27 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Bahas UMi: Luhut, Sri Mulyani, dan Ketum PBNU Rapat di Kantor Maritim
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Ricardo / JPNN / Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan hari ini menggelar rapat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Eman Suryaman.

Usai rapat, Eman mengungkapkan pihaknya membahas kredit ultra mikro (UMi). Saat ini, bunga UMi sekitar 9 persen. Menurutnya, angka itu masih dinilai terlalu tinggi bagi ekonomi lemah.

"Bagaimana mensejahterakan umat, baik soal bagaimana keberpihakan pemerintah untuk peduli kepada ekonomi lemah. Nah ini program-program pemerintah di antaranya adalah dana ultra mikro," ujarnya di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Kamis (9/8).

Dia menjelaskan, dengan bunga tersebut koperasi dinilai tidak mampu menyalurkan pembiayaan untuk usaha mikro.

"Karena kalau koperasi-koperasi yang menengah ke bawah yang lemah diberikan aturan yang seperti itu otomatis tidak mampu. Yang mampu hanya yang kuat saja, yang lemah sampai kapan pun tidak akan menjadi menengah apalagi jadi kuat," tegasnya.

Oleh karena itu, diharapkan pemerintah dapat menurunkan bunga kredit UMi menjadi 6 persen. Hal itu dianggap ideal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lemah.

"Kan kita ketimpangan ekonomi sekarang kan bagaimana Konglomerat yang semakin besar. Yang punya jutaan hektare dan sebagainya sementara yang tidak punya tanah pun ada, untuk tempat tinggal pun tidak ada. Nah ini apalagi juga usahanya pun tidak ada," kata dia.

"Makanya kami sampaikan kepada pemerintah agar ada kepedulian dari Pemerintah kepada ekonomi keumatan dan ekonomi kerakyatan yang betul-betul memerhatikan mereka yang sangat lemah tadi," tandasnya.

 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up