JawaPos Radar

Pilpres 2019

PKS: Omongan Andi Arief Fitnah Keji

09/08/2018, 13:15 WIB | Editor: Estu Suryowati
PKS: Omongan Andi Arief Fitnah Keji
Koalisi Demokrat dan Gerindra terancam berakhir di tengah jalan usai 'name calling' yang dilakukan oleh Andi Arief dan Arief Poyuono. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bereaksi keras atas tudingan fitnah Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut PKS menerima uang dari Sandiaga S Uno terkait pencapresan. Mahar tersebut dimaksudkan agar Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut bisa menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Ketua DPP PKS Ledia Hanifa menegaskan, tudingan Andi Arief sangat serius. Pasalnya, menerima mahar politik dalam proses pencalonan presiden adalah tindakan pidana pemilu yang fatal.

"Pernyataan Andi Arief jelas fitnah keji. Ini tudingan tidak main-main yang memiliki konsekuensi hukum terhadap yang bersangkutan," ujar Ledia dalam keterangannya, Kamis (9/8).

PKS, ujar Ledia, siap untuk membawa cuitan fitnah Andi Arief ke ranah hukum. Ia menyebut Andi Arief sebagai petinggi partai politik yang sempat berkuasa di Indonesia tidak selayaknya sembarangan melempar fitnah kepada institusi secara terbuka.

"Saya melihat tidak ada klarifikasi resmi dari partainya sehingga kami menyimpulkan ini juga merupakan sikap institusi partai tempat Andi Arief bernaung," papar dia.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan pihaknya kaget karena Prabowo melakukan hal yang di luar dugaan.

Dia menyebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno 'ngotot' menjadi cawapres Prabowo Subianto dengan membayarkan mahar.

Andi menambahkan, Sandiaga merayu Gerindra‎, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan juga Partai Amanat Nasional (PAN) dengan imbalan uang sebesar Rp 500 milar. Mahar tersebut dimaksudkan agar memuluskan langkahnya menjadi cawapres Prabowo.

Padahal, kata Andi, Prabowo dan ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah bertemu, pada Selasa (7/8) malam, dan mencapai sejumlah kesepakatan. Namun, semuanya berubah hanya dalam hitungan jam.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up