JawaPos Radar

Nenek 67 Tahun Hamil Tolak Saran Aborsi

09/08/2018, 16:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Nenek 67 Tahun Hamil
Perempuan Tiongkok yang hamil kembar pada usia 67 tahun menentang saran dokter untuk melakukan aborsi (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Perempuan Tiongkok yang hamil kembar pada usia 67 tahun menentang saran dokter untuk melakukan aborsi. Dilansir South China Morning Post pada Rabu, (8/8), nenek 67 tahun tersebut mengatakan, ia dan suaminya telah merindukan anak lain setelah putra mereka satu-satunya meninggal dalam usia 34 tahun akibat kecelakaan di jalan.

“Saya tidak bisa tidur tanpa pil tidur selama bertahun-tahun. Saya dulu bermimpi tentang mendidik anak-anak putra saya, tetapi tidak ada setelah kecelakaan,” kata Zhang.

Pada saat kelahiran putranya pada tahun 1980, kebijakan satu anak di Tiongkok masih berlaku. Itu baru dihapus pada tahun 2015. Setelah putra mereka meninggal, Zhang dan suaminya mencoba mengadopsi anak lain, tetapi gagal karena usia mereka.

Tahun lalu, pasangan itu memutuskan untuk menjalani program bayi tabung dan menemukan sebuah rumah sakit di Taiwan yang bersedia melakukan prosedur, yang dilakukan pada bulan Juni tahun ini.

Setelah Zhang kembali dari Taiwan, dia menjalani pemeriksaan kehamilan di Baodao Healthcare, sebuah rumah sakit bersalin di Beijing, tetapi rumah sakit itu tidak mampu menangani kehamilan berisiko tinggi, jadi mereka memindahkannya ke Rumah Sakit Ketiga Universitas Peking.

Dokter yang merawat Zhang di rumah sakit kedua, Li Shilan juga menganggap terlalu berisiko baginya untuk melahirkan bayi. Dia mengatakan, dokter senior lain di rumah sakit mereka telah menyarankan Zhang melakukan aborsi tetapi dia menolak.

Setelah Zhang meninggalkan rumah sakit, Komisi Kesehatan Kota Beijing dan Keluarga Berencana memberi tahu rumah sakit lain di ibukota agar tidak mengobatinya tanpa mengontaknya untuk meminta bimbingan. Zhang mengatakan, nasehat untuk melakukan aborsi membuat dia seperti merasa buronan yang dicari. Menurutnya, tidak ada yang peduli dengannya ketika dia kehilangan anak tunggal, lalu dia menemukan jalan keluar sendiri, tetapi orang-orang menghalanginya.

“Saya tidak begitu kaya, tetapi saya siap untuk membesarkan seorang anak, dan saya percaya saya bisa hidup sampai anak saya tumbuh menjadi dewasa. Bahkan jika saya tidak bisa, keponakan saya, yang berusia sekitar 40 tahun, dapat membantu membesarkan anak. Memiliki anak adalah segalanya bagiku," tambah Zhang.

Perempuan Tiongkok tertua yang diketahui menjadi ibu adalah Sheng Hailin, yang melahirkan bayi kembar berusia 62 tahun pada 2010.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up