JawaPos Radar

Sulap Limbah Wortel Jadi Minyak Bervitamin A

09/08/2018, 10:15 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Mahasiswa Universitas Brawijaya
INOVATIF: Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi alat pengubah limbah wortel jadi minyak kaya vitamin A. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi. Yakni, alat ekstraksi karotenoid yang berjudul Green Carotenoid Extractor (GODECT). Alat tersebut bisa mengubah limbah wortel menjadi minyak kaya vitamin A. Ketiga mahasiswa adalah Adi Rahmanto Wibowo, Roya Putri Habibah dan Rismoyo Nahri Filanto.

Ketua Tim Adi Rahmanto Wibowo menjelaskan, GODECT merupakan alat ekstraksi karotenoid (senyawa kimia yang memberi warna oranye dan kuning alami pada buah dan sayuran) yang sangat efektif. Karena menggunakan kombinasi teknologi non-thermal PEF (Pulse Electric Field).

Alat tersebut mampu merusak dinding sel pada bahan dan minyak zaitun sebagai pelarutnya. Alat itu sekaligus dilengkapi dengan pressure chamber agar didapatkan hasil akhir yang maksimal. Sebab Karotenoid memiliki sifat yang rentan terhadap panas.

GODECT
GODECT (Green Carotenoid Extractor), alat yang bisa merubah limbah wortel menjadi minyak kaya vitamin A. (Istimewa)

“Dengan menggunakan GODECT, karotenoid yang dihasilkan tidak akan mengalami kerusakan karena prosesnya yang tanpa panas," ujar Adi dalam keterangannya.

Ketiga Mahasiswa memilih menggunakan minyak zaitun sebagai zat pelarut karena memungkinkan untuk langsung dikonsumsi. Mereka juga mencoba menggunakan minyak goreng sebagai pelarut agar kandungan vitamin A minyak goreng meningkat.

"Karena akhir-akhir ini lagi gencar-gencarnya program Fortifikasi Pangan. Diharapkan nantinya dengan GODECT, kami bisa turut andil dalam menyukseskan program tersebut,” harap Adi.

Pembuatan alat itu setelah ketiga mahasiswa melihat banyaknya hasil samping dari pengolahan buah dan sayur yang dibuang begitu saja. Sehingga menimbulkan masalah lingkungan.

Salah satunya wortel. Selain dimasak menjadi sayur, wortel juga banyak dimanfaatkan menjadi jus. Namun proses tersebut masih meninggalkan hasil samping berupa ampas wortel. Padahal jika diproses dengan benar, ampas itu dapat menjadi sumber biokomponen yang sangat baik untuk tubuh dan bernilai ekonomi.

Selama ini, sebagian besar ampas wortel hanya dibuang begitu saja. Padahal kandungan karotenoid pada ampas mencapai 80 persen dari total karotenoid pada wortel.

Karotenoid sebagai pembentuk vitamin A sangat penting bagi tubuh. Antara lain mampu menurunkan risiko terkena kanker, kardiovaskular, degenerasi macular serta formasi katarak. Oleh karena itu melalui alat GODECT, para mahasiswa ingin mengubah ampas wortel menjadi minyak kaya vitamin A.

Roya Putri Habibah menambahkan, Indonesia diharapkan mampu memproduksi suplemen vitamin A sendiri dengan menggunakan GODECT. Hingga kini, Indonesia masih melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan suplemen vitamin A dalam negeri. Roya bersama timnya berharap mampu mengembangkan GODECT dalam skala yang lebih besar dan dapat mengatasi permasalahan yang ada.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up