JawaPos Radar

Buron Sejak 2017, Anggota Komplotan Begal Tewas Didor

09/08/2018, 09:17 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Begal Sadis
ILUSTRASI: Jajaran kepolisian kembali menindak tegas komplotan begal yang meresahkan masyarakat. Seorang anggota komplotan begal tewas setelah diterjang timah panas polisi. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Jajaran kepolisian kembali menindak tegas komplotan begal yang meresahkan masyarakat. Seorang anggota komplotan begal tewas setelah diterjang timah panas polisi.

Begal sadis yang ditembak yakni Afandri Simangunsong. Dia adalah buronan polisi yang beraksi pada Desember 2017 lalu. Dia ditembak karena berusaha melarikan diri saat ditangkap petugas. 

"Dia anggota komplotan saat kejadian tahun lalu. Kita sudah memburunya dan berhasil," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Rabu (8/8) malam. 

Putu menjelaskan sejak Februari lalu petugas sudah mengendus keberadan pelaku. Lalu petugas menyelidiki di seputar kawasan Jalan Rawa Cangkuk, Gang Arab. Namun tersangka berhasil melarikan diri lewat atap rumah pada 6 Agustus. "Tersangka melarikan diri ke Pekanbaru," ujarnya. 

Namun ternyata tersangka kembali terlihat di Kota Medan. Saat melintas di Jalan S.Parman, Kota Medan, petugas langsung mengejar tersangka. Tersangka kemudian melintas ke arah Jalan Perdana. Motor yang digunakan tersangka terjatuh. Dia kemudian melarikan diri turun ke arah sungai Betimus.  

"Tim melakukan pengejaran dan tersangka bersembunyi dalam gelap berusaha melawan petugas dengan sebilah golok. Tim melakukan tembakan tegas dan terukur dengan menembak paha dan dada sebelah kiri tersangka. Tersangka langsung tewas di tempat,"sebut Putu.

Jasad tersangka langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumut. 

Sebelumnya Polrestabes Medan telah mengungkap jaringan begal sadis yang kerap beraksi di Kota Medan. Bahkan pentolan jaringan ini bernama Raja juga sudah tewas diterjang peluru petugas karena berusaha melawan saat penangkapan pada Desember 2017 silam. Sementara tersangka lainnya bernama Ridho terpaksa dilumpuhkan kedua kakinya. 

"Korbannya adalah para pengendara sepeda motor.  Komplotan ini juga pernah melakukan aksi perampokan diberbagai tempat di kota Medan," terang Putu.

Saat ini sebut Putu, polisi masih mengejar buronan lainnya bagian dari jaringan begal sadis ini.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up