JawaPos Radar

Pilpres 2019

Skenario KPU di Hari Terakhir Pendaftaran Jika Hanya 1 Paslon

09/08/2018, 11:00 WIB | Editor: Ilham Safutra
Skenario KPU di Hari Terakhir Pendaftaran Jika Hanya 1 Paslon
Ketua KPU Arief Budiman. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Kemungkinan terburuk pada tahapan pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) bukan tak mungkin terjadi. Untuk itu KPU pun menyiapkan skenario perpanjangan pendaftaran.

Jika pada Jumat malam (10/8) hanya satu pasangan calon (paslon) yang mendaftar. Atau malah belum ada yang mendaftar sama sekali. Mengingat alotnya pembahasan cawapres di kedua kubu koalisi. Kalau hal itu terjadi, KPU telah menyiapkan skenario baru. Yakni, pada Sabtu pagi (11/8) KPU akan mengumumkan perpanjangan pendaftaran 2 x 7 hari. "Tapi tidak langsung, 1 x 7 dulu, ada yang daftar nggak? Kalau ada ya sudah, stop (perpanjangannya)," jelas Ketua KPU Arief Budiman saat dikonfirmasi.

Bila setelah 2 x 7 hari hanya ada satu paslon yang mendaftar, KPU akan mengesahkan paslon yang ada. Atau calon tunggal. Sehari setelah mendaftar, para kandidat akan langsung menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto.

Skenario KPU di Hari Terakhir Pendaftaran Jika Hanya 1 Paslon
KPU siapkan skenario perpanjangan pendaftaran paslon presiden. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Karena itu, Arief mengingatkan para kandidat agar tidak melakukan banyak aktivitas yang melelahkan pada hari pendaftaran. Sebab, sejak pukul 20.00 mereka harus puasa delapan jam, dilanjutkan minum air putih dua gelas pada pukul 06.30 keesokan harinya. Itu dilakukan untuk persiapan tes kesehatan.

KPU juga mengingatkan parpol agar dokumen para kandidat sudah disiapkan. Dengan demikian, ketika mendaftar, dokumennya sudah lengkap dan memudahkan verifikasi. Dokumen yang disiapkan paslon antara lain minimal sepuluh jenis surat pernyataan, surat keterangan tempat tinggal, dan surat keterangan terdaftar sebagai pemilih.

Kemudian dokumen daftar riwayat hidup yang berisi profil singkat dan rekam jejak kandidat. Juga tanda terima pelaporan harta kekayaan dari KPK, surat keterangan kewarganegaraan istri atau suami, SKCK dari Mabes Polri, serta surat keterangan tidak pailit, tidak memiliki utang, dan tidak pernah dipenjara dari PN setempat.

Dokumen lainnya adalah fotokopi KTP, ijazah SMA dan di atasnya, NPWP, serta foto terbaru. Bila ditotal, kandidat harus menyertakan minimal 20 jenis dokumen. Dokumen yang harus disertakan bakal lebih banyak bila kandidat berpendidikan sarjana ke atas, juga berstatus eks pejabat negara atau militer.

Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan, bila hanya ada satu paslon, parpol-parpol yang tidak mengajukan capres akan terkena sanksi. Mereka tidak bisa menjadi peserta Pemilu 2024. "(Tapi), kalau (gabungan parpol, Red) tidak memenuhi syarat, tidak ada sanksi," ucapnya.

Di sisi lain, skenario perpanjangan pendaftaran bukan tidak mungkin dimanfaatkan parpol untuk mendorong Mahkamah Konstitusi (MK) memutus dua gugatan krusial. Yakni gugatan presidential threshold serta masa jabatan presiden dan wakil presiden. Apalagi, hingga tadi malam belum ada tanda-tanda MK bakal memutus dua gugatan itu dalam satu dua hari ke depan.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan belum melihat opsi perpanjangan masa pendaftaran pilpres sebagai jalan untuk memperpanjang lobi. Dia justru menegaskan bahwa Prabowo selaku capres bersama cawapres pasangannya akan mendaftarkan diri ke KPU tepat waktu. "Tentu ada batas waktu. Karena sekarang tanggal 8, batas waktu kan tanggal 10. Kan gak bisa lewati tanggal 10, gitu," katanya. 

(byu/bay/c9/tom)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up