JawaPos Radar

Pemkot Ambil Alih SMA di Surabaya, Mendikbud: Saya Ngikut Saja

09/08/2018, 08:09 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Pemkot Ambil Alih SMA di Surabaya, Mendikbud: Saya Ngikut Saja
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berfoto bersama di rumah dinas wali kota Surabaya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah kota (pemkot) Surabaya sudah lama berupaya mengambil alih sekolah jenjang SMA. Namun, belum membuahkan hasil hingga saat ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi mengatakan pihaknya tidak dapat membuat keputusan apapun. Dia hanya menyerahkan urusannya ke pemkot Surabaya dan provinsi.

"Saya ngikut saja. Jika itu (Pemkot Surabaya) mengambil alih SMA menjadi pilihan yang terbaik," kata Muhajir di rumah dinas wali kota Surabaya, Rabu (8/8).

Ditanya apakah akan merestui jika SMA diambil alih pemkot Surabaya, Muhajir berkelit. Dia beralasan tidak memiliki kapasitas untuk merestui penanganan sekolah SMA di Surabaya.

"Saya tidak memiliki kapasitas untuk merestui atau tidak," kata Muhajir.

Menurutnya, pemerintah provinsi Jawa Timur atau pemkot Surabaya akan mengelola sekolah jenjang SMA dengan baik. Karenanya, perlu ada pembicaraan tersendiri antara pemkot Surabaya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku tidak mudah mengembalikan pengelolaan SMA kepada pemkot Surabaya. Ada sejumlah aturan yang mengikat.

Salah satunya, perundang-undangan yang jelas mengatakan jika pengelolaan sekolah jenjang SMA diatur pemerintah provinsi. Namun, bukan berarti tidak ada cara.

Risma menjelaskan, jika pemkot Surabaya ingin mengambil alih, harus mengubah undang-undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (perpu).

"Tapi juga nggak semudah itu. Aku sudah mengajukan ke mahkamah konstitusi (MK). Tapi saya siap mengelola. Kami sudah punya anggarannya," kata Risma.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up