JawaPos Radar

Bikin Jalan Desa, Warga Gunungkidul Temukan Bebatuan Diduga Artefak

08/08/2018, 23:20 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Artefak Temuan Warga
ARTEFAK: Bebatuan mirip umpak yang ditemukan warga Gunungkidul. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Warga di Dusun Kenteng, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dikejutkan dengan temuan beberapa artefak saat akan membuat jalan desa. Artefak tersebut berujud bebatuan mirip penyangga rumah atau umpak yang diduga tinggalan pada zaman megalitikum.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIJ, Ari Setyastuti mengatakan, pihaknya telah meninjau temuan tersebut pada Rabu (1/8) lalu. Dari penelitian awal, diduga itu merupakan lumpang batu. Digunakan pada masa megalitikum, yang fungsinya untuk menumbuk atau menghaluskan biji-bijian.

"Dari pengamatan fisik, itu bahannya dari batu putih. Bisa sebagai sarana upacara tetapi tergantung konteks temuannya. Kalau untuk usianya masih membutuhkan penelitian lebih mendalam," katanya, saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (8/8).

Pihaknya sampai saat ini juga masih belum mengamankan bebatuan yang diduga artefak itu. Masih menunggu kesepakatan dari warga, apakah akan dilestarikan sendiri atau tidak.

Bebatuan yang berjumlah sekitar 6 buah itu berbentuk persegi panjang. Pada tengahnya terdapat cekungan lubang bulat. Temuan itu muncul setelah dilakukan pengerukan tanah dengan memakai backhoe sewaktu warga setempat akan membuat jalan dusun.

Bebatuan itu pun saat ini sementara dibiarkan di ladang. Sempat juga menarik perhatian warga sekitar untuk melihatnya secara langsung.

Harjo Winoto, 55, pemilik tanah dari temuan batu itu mengatakan, sebenarnya bebatuan itu sudah ada sejak ia masih kecil. Namun berangsur waktu hanya dibiarkan saja dan terkubur tanah. "Dulu hanya didiamkan saja, ke depan mungkin akan dipindahkan ke tempat yang aman," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono menambahkan, sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan atas temuan warganya itu. "Nanti kalau sudah ada kajian, akan kami tindaklanjuti," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up