JawaPos Radar

Bantah Soal Mahar Rp 500 M, Gerindra: Itu Pernyataan Andi Bukan SBY

08/08/2018, 23:14 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Ahmad Muzani
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani membantah soal adanya mahar Rp 500 Miliar yang dibayarkan oleh Sandiaga Uno. (Gunawan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah, kabar soal Wakil Ketua Umumnya Sandiaga Uno memberikan mahar Rp 500 miliar untuk mendapatkan tiket rekomendasi dari PAN dan PKS. Ia juga mengaku baru mengetahui kabar tersebut.

"Saya belum tahu ini, saya kira enggak benar itu (mahar 500 miliar)," kata Muzani di Kediaman Prabowo, Jakarta, Rabu (8/8).

Tak hanya itu, Muzani juga membantah bahwa Prabowo ditolak kala ingin menyambangi kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Pasalnya, hari ini memang mantan Danjen Kopassus itu belum menjadwalkan bertemu SBY. 

"Setahu saya pertemuan Pak Prabowo dan pak SBY kan kemaren sore. Kemarin siang. Kalau malam ini setahu saya belum ada rencana beliau ketemu pak SBY malam ini," ungkapnya. 

Di sisi lain, kata Muzani, pihaknya mempercayakan bahwa pernyataan itu merupakan ucapan pribadi Andi Arief, bukan mewakili partai Demokrat. 

"Ini kan Pak Andi Arief bukan pak SBY. Kita akan cek dulu pembicaraan dengan pimpinan teras Demokrat karena produktivitas pembicaraan dengan Demokrat sangat baik sangat bagus," pungkasnya. 

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, pihaknya kaget karena Prabowo melakukan hal yang di luar dugaan. 

Kata dia, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno 'ngotot' menjadi cawapres Prabowo Subianto dengan menggelontorkan mahar ratusan miliar rupiah.

"Itu di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar," ujar Andi saat dihubungi, Rabu (8/8).

Andi menambahkan, Sandiaga merayu Gerindra‎, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan juga Partai Amanat Nasional (PAN) dengan imbalan uang. Sehingga bisa memuluskan langkahnya menjadi cawapres Prabowo Subianto.

"Sandi sanggup membayar Rp 500 miliar menjadi pilihannya untuk cawapres. Benar-benar jenderal di luar dugaan," katanya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up