JawaPos Radar

Tegaskan Omongan Andi Arief Hoax, PKS: Rp 500 Miliar Gimana Bawanya

08/08/2018, 22:56 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Prabowo dan Sohibul
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat Berbincang dengan Presiden PKS Sohibul Iman. (Jpnn/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dituduh oleh elite Demokrat menerima mahar dari Wakil Gubernur DKI Jakarta dan juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno sebesar Rp 500 milar.

Saat dikonfirmasi Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin menegaskan, apa yang disampaikan oleh Andi Arief adalah tidak benar. Bahkan tidak bisa dibuktikan perkataanya.

"Iya harusnya Andi Arief bisa buktikan, dan harus buktikan kalau memang ada seperti itu," ujar Suhud kepada JawaPos.com, Kamis (8/8).

Suhud menilai apa yang diakatan Andi Arief adalah hoax. Karena dia mengungkapkan tanpa ada buktinya. "Ya iyalah, Rp 500 miliar gimana bawanya," tegasnya

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan pihaknya kaget karena Prabowo melakukan hal yang di luar dugaan. 

Kata dia, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno 'ngotot' menjadi cawapres Prabowo Subianto dengan membayarkan mahar.

Andi menambahkan, Sandiaga merayu Gerindra‎, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan juga Partai Amanat Nasional (PAN) dengan imbalan uang sebesar Rp 500 milar. Sehingga bisa memuluskan langkahnya menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Menurut Andi, Prabowo dengan ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan pada Selasa (7/8) malam dengan adanya kesepakatan-kesepakatan. Namun semuanya berubah hanya dalam hitungan jam.

Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan Partai Demokrat bakal meninggalkan Gerindra dari koalisi yang sudah terbangun. Termasuk juga meninggalkan PAN dan PKS.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up