JawaPos Radar

Catat, 15 Langkah Sehat Bagi Jamaah Haji Agar Tetap Fit Saat Armina

09/08/2018, 07:50 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
jamaah haji, ibadah haji 2018, wukuf di tanah suci, kesehatan jamaah haji,
Ilustrasi Jamaah haji asal Indonesia yang hendak diberangkatkan ke tanah suci. (JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mengingat cuaca yang terik dan padatnya aktivitas, jamaah haji asal Indonesia diminta menjaga kesehatan. Terlebih untuk mempersiapkan diri untuk melaksanakan tahapan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan juga Mina (Armina).

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka mengungkapkan ada 15 langkah sehat yang selalu disampaikan pada jamaah haji melalui Tim Preventiv dan Promotif (TPP) dan Tenaga medis di masing-masing Kloter (TKHI). Sehingga pada saat puncaknya nanti, para jamaah bisa tetap fit melaksanakan semua tahapan.

"Ini ada 15 pesan yang perlu disampaikan kepada jamaah haji. Jangan bosan mengingatkan jamaah agar melaksanakan pesan-pesan tersebut," kata Eka dalam keterangan tertulis, Rabu (8/8).

Makan Teratur

Pola makan harus dijaga, bersih dan higienis. Makan teratur agar tubuh bertenaga dan tidak mudah sakit.

Banyak Minum

Sering minum tidak menunggu haus. Saat Armina nanti suhu di Makkah diperkirakan makin panas. Waspadai risiko kekurangan cairan dan heat stroke.

Pakai APD

Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat keluar pondokan atau tenda termasuk saat antre di toilet di Armina. Tahun ini APD selalu gencar dikampanyekan oleh Kemenkes agar jamaah haji lebih siap.

Batasi Aktivitas

Kurangi aktivitas fisik yang tidak perlu. Simpan tenaga untuk menyelesaikan Armina.

Jaga Fisik

Kurangi aktivitas di luar tenda saat Armina. Sebab cuaca bisa mengganggu kebugaran fisik.

Obat-obatan

Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi dan mengonsumsinya secara teratur sesuai anjuran dokter. Sehingga tidak panik saat pelaksanaan Armina.

Konsultasi

Konsultasikan kesehatan ke petugas kesehatan jika ada keluhan. Terutama bagi jemaah berisiko tinggi sebelum berangkat Armina.

Siapkan Oralit

Bawa dan konsumsi minuman oralit saat di Armina. Jangan sampai terjadi diare apalagi dehidrasi.

Saling Jaga

Peduli serta saling menjaga antar jamaah minimal yang sekamar atau seregu. Berangkat bersama-sama dan pulang bersama-sama.

Pisau Cukur

Membawa pisau cukur sendiri dan tidak dipinjamkan atau meminjam milik orang lain. Jangan sampai ada penyakit yang bisa ditularkan lewat pisau cukur.

Jaga Sikap

Ketika di area Armina nanti tidak naik ke atas bukit atau tebing atau bebatuan. Selain itu, tidak berbaring di jalan atau di kolong kendaraan yang terparkir.

Rute Aman

Pilih rute melempar jamarat yang aman dan sudah direkomendasikan oleh petugas haji Indonesia. Yaitu rute yang melalui tenda-tenda jemaah Indonesia dan masuk melalui terowongan. Di jalur tersebut tersebar petugas dan pos kesehatan, sedangkan jalur lainnya tidak ada perlindungan petugas atau pos kesehatan sehingga berbahaya jika dilewati jemaah Indonesia.

Jangan Paksa Diri

Tidak memaksakan diri melempar jamarat ketika kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Sehingga menghindari desak-desakan.

Patuhi Waktu

Melontar jamarat mengikuti waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. Untuk jamaah Indonesia waktu melontar yang disarankan untuk tanggal 10 Zulhijah yaitu setelah ashar atau setelah maghrib dan pada tanggal 11 Zulhijah setelah Subuh. Jika melontar di waktu selain itu akan berisiko terpapar suhu yang sangat panas dan berdesakan dengan jemaah dari negara lain yang postur tubuhnya lebih besar dari jemaah Indonesia.

Waspada Eskalator

Hati-hati jika menggunakan tangga berjalan atau eskalator di area jamarat karena curam. Angkat pakaian di atas mata kaki untuk menghindari terinjak atau terbelit di eskalator. 

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up