JawaPos Radar

Jonan Ungkap Soal Pinjam Dana Bank Asing Untuk Akuisisi Freeport

08/08/2018, 18:55 WIB | Editor: Budi Warsito
Jonan Ungkap Soal Pinjam Dana Bank Asing Untuk Akuisisi Freeport
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat hadir pada kuliah umum di Pasca Sarjana Universitas Airlangga, Rabu (8/8). (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengungkapkan, dana divestasi akusisi Freeport McMoran akan dilakukan menggunakan pinjaman bank asing. Hal itu, disampaikan Jonan saat kuliah umum di Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Airlangga, Rabu (8/8).

Namun, Jonan tidak menyebut berapa nilai dan dari bank mana yang memberikan pinjaman. Hanya saja, dia mengaku optimis mampu membayar dana pinjaman dari bank asing.

Dia memperkirakan, dana pinjaman bank asing tersebut akan terbayar setelah 6 hingga 7 tahun mendatang. Termasuk, bunga pinjamannya.

"Mampu dibayar? Ya harus mampu. Karena nilai devidennya akan lebih besar dari pada itu (nilai 51 persen saham)," kata Jonan di Universitas Airlangga, Rabu (8/8).

Bagaimana caranya? Jonan tidak menjelaskan. Dia hanya menyarankan membaca buku tentang Merger and Acquisition.

Selain itu, Jonan menjelaskan prospek dari produk copper yang diproduksi Freeport. Menurutnya, ada kemungkinan bahwa angka permintaan terhadap copper akan naik. Pemanfaatannya, pada sektor alat transportasi.

Katanya, kendaraan roda 4 konvensional akan segera tergantikan dengan mobil listrik. Mobil listrik, tentu butuh baterai dengan menggunakan copper sebagai bahan baku.

"Rasionalnya, mobil listrik tidak akan pakai mesin konvensional. Karena rata-rata kendaraan roda 4 itu bobotnya 150 kg. Nah, kalau (digantikan mobil listrik) 70 persen mesinnya diganti baterei," jelas Jonan.

Seperti diberitakan sebelumnya, akusisi saham Freeport McMoran sebesar 51 persen yang ditandai dengan Head of Agreement (HoA) sempat menjadi polemik. Terutama, sumber pembiayaan pemerintah untuk menutup pembelian saham senilai USD 3,85 miliar atau setara Rp 53,9 triliun

Tujuannya, untuk mengubah porsi kepemilikan saham dari 9,36 menjadi 51,38 persen. Dari total pembiayaan USD 3,85 miliar, sebanyak USD 3,5 miliar akan dibayarkan kepada Rio Tinto yang memiliki hak partisipasi Freeport sebesar 40 persen.

Sementara itu, sisanya sebesar USD 350 juta akan dibayarkan kepada PT Indocoopper Investama yang memiliki saham sebesar 9,36 persen.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up